Digagalkan, Peredaran Ratusan Jeriken Tuak Asal Sukabumi

Digagalkan, Peredaran Ratusan Jeriken Tuak Asal Sukabumi

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema ungkap pengiriman tuak ke Kota Bandung. (foto - ant)

Bandung - Aparat Polrestabes Bandung berhasil menggagalkan pengiriman 125 jerigen berisi minuman keras (miras) jenis tuak, yang rencananya akan diedarkan dan dijual di wilayah Bandung.
 
Polisi pun langsung menangkap dua pria, berinisial PT dan RS. Pengungkapan kasus itu bermula saat tim Prabu Polrestabes Bandung mengamankan truk di Jalan Pasirkoja Bandung, pada Senin 3 Desember.
 
Diketahui, truk pengangkut tuak tersebut berasal dari wilayah Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi. "Rencananya tuak itu diedarkan dan dijual di Bandung," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema di Mapolrestabes Jalan Jawa Bandung, Selasa (4/12/2018).
 
Kedua pelaku mengaku membeli tuak sebanyak 125 jerigen di Sukabumi dengan harga Rp 70 ribu per jergken. Keduanya membawa tuak itu ke Bandung untuk dijual kembali seharga Rp 100 ribu per jerigen.
 
"Sistemnya mereka mangkal terus yang beli mendatangi mereka," tegas Irman. Kedua pelaku diketahui telah melakoni bisnis itu sejak Mei 2018. "Setiap minggunya, tiga kali mereka mengambil tuak dari Sukabumi lalu dijual lagi di Bandung," katanya.
 
Bisnis miras keduanya terhenti usai tim Prabu menggagalkan rencana mereka membawa truk berisi tuak ke Bandung. Tim Prabu mencurigai muatan truk yang dibawa kedua pelaku.
 
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 28 Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol dengan ancaman pidana paling lama 3 bulan dan denda Rp 50 juta rupiah.
 
Sejauh ini, kedua pelaku mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Bandung. "Kita akan kembangkan dengan menelusuri sumbernya," tambah Irman. (Jr.)**
.

Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait