Razia Kos - kosan di Cimahi Jaring 3 Pasang Bukan Muhrim

Razia Kos - kosan di Cimahi Jaring 3 Pasang Bukan Muhrim

Tim gabungan razia tempat kos di wilayah Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara. (foto - ist)

Cimahi - Petugas Satpol PP Kota Cimahi menciduk tiga pasangan bukan muhrim yang berada di dalam satu kamar, Selasa 4 Desember malam. Ketiga pasangan itu diamankan saat  razia gabungan bersama polisi, TNI serta BNN Kota Cimahi.
 
Semua pasangan muda-mudi tersebut langsung digiring ke kantor Satpol PP Kota Cimahi di Jalan Demang Hardjakusumah. Mereka didata dan membuat pernyataan dengan pihak keluarga.
 
Operasi penyakit masyarakat (Pekat) menyasar empat titik kos-kosan di wilayah Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara. Rumah kos yang jadi target operasi kali ini disinyalir kerap dijadikan lokasi untuk kegiatan negatif.
 
Berdasarkan keterangan Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Titi Ratna Kemala menyatakan, ketiga pasangan muda-mudi itu terpaksa diamankan.
 
Sebab, jika memang bukan pasangan suami istri tidak sepantasnya berada dalam satu kamar, terlebih di malam hari. "Tiga pasangan itu dicurigai tidak mempunyai kartu nikah. Kondisi di kamar berdua, dikhawatirkan mereka akan berbuat hal negatif," katanya.
 
Menurutnya, kegiatan yang didasari Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum itu dilakukan, untuk mengantisipasi penyalahgunaan kos-kosan.
 
Berdasarkan laporan dan hasil penelusuran, ada sejumlah kos-kosan yang digunakan untuk kegiatan negatif, seperti mesum. "Banyak pengaduan, ada kos-kosan yang disinyalir negatif atau menyimpang, akhirnya kita razia," tegas Titi.
 
Semntara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Cimahi Samsul Anwar mengatakan, digelarnya razia karena kos-kosan diduga menjadi salah satu tempat yang kerap dijadikan sebagai penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkotika.
 
Dalam pelaksanaan razia, petugas melakukan tes urine terhadap puluhan penghuni kos.  "Dalam razia kali ini ada empat titik (kosan) yang penghuninya sudah kita lakukan pemeriksaan urine. Hasilnya ada sekitar 60 orang diperiksa dan semuanya negatif," katanya.
 
Namun katanya, saat pemeriksaan petugas mencium bau minuman keras (miras) dari salah satu penghuni kosan. Pihaknya langsung menanyakannya dan pelaku mengakui telah mengkonsumsi miras. "Kita lakukan pemeriksaan urine tapi negatif," tegas Samsul. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,