Karaoke Sediakan Tarian Erotis, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Karaoke Sediakan Tarian Erotis, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Ratna yang berperan sebagai mucikari digiring dua Polwan di Mapolda Jatim. (foto - ist)

Surabaya - Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus tarian erotis  (striptis)  yang disuguhkan di Rumah Karaoke Maxi Brilian di Blitar. Kedua tersangka tersebut, yakni manajer karaoke dan mami atau mucikari.
 
"Dua tersangka sudah kami tetapkan. Pertama saudari Ratna Ayu alias Mami Ratna, seorang mami yang memberi akses terjadinya kegiatan pencabulan. Kedua Juwito Qairul Anwar, manajer tempat karaoke," sebut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Selasa 4 Desember 2018.
 
Menurutnya, penggerebekan dilakukan pada Senin 3 Desember dinihari. Saat digeledah di room nomor 4, polisi menemui seorang laki-laki dengan dua perempuan pemandu lagu. Ketiganya tengah melakukan hubungan seks.
 
Sebelum melakukan hubungan seks, laki-laki itu pun disuguhi tarian eerotis yang dilakukan dua pemandu lagu. Polisi mengamankan 25 orang, terdiri atas 20 orang pemandu lagu dan 5 orang manajer hingga mami di lokasi. Semuanya dibawa ke Mapolda Jatim untuk dimintai keterangan.
 
Polisi menerima informasi dari warga jika terjadi pencabulan di tempat itu, sehingga dari Polda dari Direktorat Renakta berdasarkan laporan itu mendatangi tempat tersebut untuk melakukan tindakan kepolisian, yakni penggerebekan. "Kita mendapati di tempat itu di ruang karaoke dalam keadaan bugil," tegas Barung.
 
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan pakaian dalam milik dua pemandu lagu, satu kondom bekas pakai dan satu kondom yang belum terpakai, sejumlah handphone hingga total uang tunai senilai Rp 2,8 juta milik tersangka dan para pemandu lagu. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 55 KUHP Jo pasal 56 KUHP.
 
Sementara itu, pemilik Rumah Karaoke Maxi Brilian Heru Sugeng Priono, membantah jika tempatnya menyediakan tarian striptis. Bahkan, ia yakin jika pelaku striptis bukan dari manajemen bisnisnya. "Saya yakin, pelaku striptis bukan dari manajemen Maxi Brilian," katanya.
 
Ia mendapat informasi dari karyawannya jika polisi melakukan penggrebekan stripstis di room 4. Sebelum digerebek mereka memang menerima tamu seorang lelaki dan seorang perempuan. Mereka menyewa room 4 dan minta ruangan ditutup dari dalam.
 
Heru mengakui, Maxi Brilian dijadikan pilot project hiburan malam yang sehat. Belajar dari penggerebekan tempat karaoke di Tulungagung oleh Polda Jatim, ia pun tidak main-main memberikan sanksi kepada karyawannya yang melanggar aturan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,