KPK Periksa Mantan Sekjen Kementerian ESDM

KPK Periksa Mantan Sekjen Kementerian ESDM

KPK Periksa Mantan Sekjen Kementerian ESDM

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno, Rabu (26/11/2014), terkait kasus dugaan penerimaan hadiah Kementerian ESDM.
 
"Dia diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Komisi Pemberantasan Korupsi Priharsa Nugraha saat ditemui di gedung KPK Jakarta.
 
KPK telah menetapkan Waryono sebagai tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran dana Kesetjenan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Namun Priharsa mengatakan, belum bisa memastikan Waryono hari ini sudah bisa ditahan atau tidak.
 
Waryono diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penggunaan anggaran di Kesekjenan ESDM pada 2012 sebesar Rp25 miliar terdiri dari sejumlah pengadaan barang dan jasa. Ia diduga merugikan keuangan negara Rp 9,8 miliar.
 
Di samping Waryono yang diperiksa, KPK juga memanggil Arief Indarto saksi dalam kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung kantor Sekretariat ESDM yang telah menjerat mantan Sekjen ESDM Waryono Karno sebagai tersangka.
 
Arief pernah diperiksa pada 20 Mei 2014 ketika menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ESDM.
 
Selain kedua pejabat tersebut, Kepala Bidang Pemindahtanganan Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara Kementerian ESDM Sri Utami juga kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan penerimaan suap Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Sutan Bhatoegana.
 
Sri memenuhi panggilan pada Rabu ini setelah mangkir dari jadwal pemeriksaan KPK pada Selasa (25/11).
 
Sri diduga mengetahui penyerahan uang senilai 200 ribu dolar AS pada 26 Juli 2013 oleh mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini ke anggota Komisi VII DPR RI Tri Yulianto.
 
Penyerahan uang kepada politisi Fraksi Partai Demokrat yang terjadi di toko buah All Fresh Jakarta itu kemudian untuk diserahkan kepada Sutan Bhatoegana sebagai bentuk tunjangan hari raya bagi anggota Komisi VII.
 
Beberapa waktu yang lalu, KPK juga telah memeriksa Sri Utami kemudian menggeledah kantor dan rumah Sri Utami. Dalam penggeledahan tersebut KPK menyita uang sejumlah Rp 2 miliar dan sebuah mobil.
 
Sri Utami juga diperiksa oleh KPK terkait dengan kasus Jero Wacik yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan kewenangan terkait jabatannya.
 
Dana yang diterima oleh Jero diduga mencapai Rp9,9 miliar. Dana itu diperkirakan dipakai untuk memperkaya diri. (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,