Terbongkar Praktik Prostitusi Online Tarif 1,5 Juta di Cirebon

Terbongkar Praktik Prostitusi Online Tarif 1,5 Juta di Cirebon

Aparat Satreskrim Polres Kota Cirebon menangkap mucikari dan PSK di salah satu hotel di Kota Cirebon. (foto - ist)

Cirebon - Aparat Satreskrim Polres Kota Cirebon berhasil membongkar praktik bisnis prostitusi secara online, dengan tarif sebesar Rp1,5 juta per sekali kencan, yang berlokasi di wilayah Kota Cirebon.
 
Terkait kasus tersebut, polisi menangkap seorang mucikari berinisial ME, dan seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial WN di salah satu hotel di Kota Cirebon, pada Kamis 13 Desember 2018.
 
Menurut Kapolres Kota Cirebon AKBP Roland Ronaldy, WN ditangkap di salah satu hotel yang diinyalr sebagai tempat praktik bisnis prostitusi tersebut.
 
"WN, perempuan PSK di Kota Cirebon itu berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Kota Cirebon di salah satu hotel, yang merupakan tempat dari bisnis yang dilakukan mucikari. Ia juga bekerja sebagai DJ (disc jockey) di tempat hiburan itu " tegas Roland.
 
Ia menjelaskan, setelah menangkap WN petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap ME, yang berperan sebagai mucikari.
 
Dalam bisnis prostitusi online tersebut, ME menggunakan media sosial dan aplikasi Whatsapp untuk menjajakan WN kepada para lelaki hidung belang, dengan tarif sebesar Rp 1,5 juta untuk sekali kencan.
 
"Dalam menjalankan bisnisnya, mucikari tersebut menawarkan teman-teman wanitanya melalui media sosial dan Whatsapp dengan harga Rp 1,5 juta per sekali kencan. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain telepon selular, dua unit mobil dan sejumlah uang,” katanya.
 
Akibat perbuatan tersebut, ME dijerat dengan Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP tentang Mucikari, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,