Perlu Langkah Selamatkan Golkar

Perlu Langkah Selamatkan Golkar

Massa Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pimpinan Yoris Raweyai bentrok dengan AMPG kubu Aburizal Bakrie di DPP Golkar, Jakarta, Selasa (25/11).

Jakarta - Ketua Presidium Penyelamatan Partai Golkar Agung Laksono mengutarakan pihaknya merencanakan konsolidasi atau pertemuan setiap hari di Kantor DPP Partai Golkar untuk membahas langkah-langkah yang perlu diambil guna menyelamatkan partai.
 
"Kami berencana tiap hari ada pertemuan di DPP," kata Agung Laksono di Jakarta, Rabu (26/11/2014).
 
Dia mengatakan presidium ingin memastikan penyelenggaraan munas sesuai ketentuan partai.
 
Menurut dia, munas sebagai sebuah perhelatan nasional memerlukan payung hukum yang jelas, yakni anggaran dasar atau sebuah rekomendasi dari munas yang diadakan di Riau sebelumnya.
 
"Anggaran dasar Partai Golkar mengamanatkan bahwa masa bhakti ketua umum hanya lima tahun, jadi kalau munas sebelumnya 4 Oktober 2009, maka seharusnya 4 Oktober 2014 sudah harus munas, tapi ada rekomendasi dilaksanakan Januari 2015," papar dia.
 
Namun, kata Agung, Ical dan loyalisnya tiba-tiba seakan memaksakan munas tanggal 30 November 2014 yang secara teknis tidak mungkin dilakukan, kecuali menghasilkan sebuah munas yang tidak bermutu.
 
Agung menegaskan munas harus dilakukan 2015, sehingga cukup waktu untuk daerah-daerah mempersiapkan diri dan bagi para calon ketua umum berkonsolidasi.
 
"Saya kira lebih baik berkompetisi secara sehat. Saya kira soal 'head to head' bisa saja, tapi yang jelas harus dipilih dan tidak langsung aklamasi," kata dia.
 
Terkait adanya wacana terselenggaranya munas tandingan, Agung mengaku tidak menghendaki hal seperti itu terjadi. Dia juga tidak mengharapkan Munas IX Golkar memicu terbentuknya partai baru.
 
Juru Bicara Poros Muda Golkar wilayah Indonesia Timur Victor Abraham menegaskan pihaknya mengapresiasi pembentukan Presidium Penyelamatan Partai Golkar yang diketuai Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono.
 
"Dibentuknya Presidium Penyelamatan Partai yang dikomandani oleh bung HR Agung Laksono dengan beranggotakan para bakal calon ketum Partai Golkar adalah sebuah langkah strategis dan patut diapresiasi oleh seluruh Kader Golkar," kata Victor dijumpai di Jakarta, Rabu (26/11/2014).
 
Dia menyatakan pembentukan presidium merupakan langkah tepat yang dilakukan guna menyelamatkan keberlangsungan partai.
 
"Keberlangsungan Partai Golkar ditentukan senior hari ini, sedangkan masa depan Partai Golkar akan ditentukan kami selaku kader-kader muda," ujar dia.
 
Dia menilai kondisi Golkar yang terjadi saat ini dikarenakan Ketua Umum Aburizal Bakrie tidak "legowo" alias masih berambisi kembali memimpin Partai Golkar.
 
Ambisi Aburizal pun dinilainya mendapatkan dukungan dari segelintir loyalisnya dengan terus membuat skenario untuk memuluskan Aburizal kembali memimpin partai beringin.
 
"Andai saja Aburizal mau bercermin dan bertanya pada diri sendiri, apakah dirinya telah berhasil memimpin Partai Golkar atau sebaliknya. Serta bercermin pada pendahulunya, pak Jusuf Kalla ketika menjadi Ketua Umum Partai Golkar, bagaimana pak JK bersikap 'gentle' mempercepat munas karena merasa belum berhasil menghantar Golkar meraih kemenangan di Pemilu 2009," ujar dia.
 
Dia mengatakan sikap para senior Golkar yang memaksakan Aburizal kembali sebagai ketua umum sangat tidak memberikan potret pembelajaran yang baik.
 
Sebelumnya Rapat Pleno DPP Partai Golkar yang dipimpin Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, Selasa malam, resmi membentuk Presidium Penyelamatan Partai Golkar.
 
Pembentukan presidium ini berdasarkan usul peserta rapat pleno kala itu.
 
Agung Laksono mengatakan Presidium Penyelamat Partai Golkar yang akan dipimpinnya beranggotakan antara lain Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Y Thohari, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Lauren Siburian, Yorrys Raweyai, Agun Gunandjar, dan Ibnu Munzir.
 
Keputusan membentuk presidium untuk mempertahankan eksistensi Golkar, serta untuk melakukan perubahan yang bisa membawa nama baik Golkar ke tujuan yang diharapkan.
 
"Tugas presidium ini singkat saja, yaitu menyelenggarakan munas selambatnya Januari 2015 di Jakarta, serta merehabilitasi hak keanggotaan yang dipecat seperti Agus Gumiwang, Nusron Wahid, serta Poempida Hidayatullah," tegas Agung Laksono.
 
Pada kesempatan itu juga ditetapkan bahwa Ketua Penyelenggara Munas IX Golkar Januari 2015 di Jakarta adalah Ketua Mahkamah Golkar Muladi dengan steering committe munas Ibnu Munzir dan organizing committe munas Jasri Marin. (AY)
.

Categories:Politik,