KPK Sita dokumen dari ruang kerja Potensi Periksa Menpora

KPK Sita dokumen dari ruang kerja Potensi Periksa Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (foto - dok)

Jakarta - Sejumlah  ruangan  di gedung  Kementerian Pemuda dan Olahraga  (Kemenpora)  digeledah oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk ruangan yang juga digeledah, yakni ruangan milik Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
 
Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penggeledahan dilakukan sejak siang hingga sore hari. Tak hanya ruang Menpora Imam Nahrawi yang diperiksa, KPK juga turut menggeledah kantor KONI.
 
"Ada penggeledahan dari siang sampai sore di sejumlah ruangan di Kemenpora, termasuk ruang menteri, deputi dan ruang lain serta kantor KONI," kata Febri, Kamis (20/12/2018).
 
Namun Febri belum menjelaskan lebih rinci soal penggeledahan di ruangan Imam Nahrawi tersebut terkait dugaan korupsi yang kini sedang diselidiki. Dalam kasus itu, KPK membuka peluang untuk memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
 
"Nanti akan kami sampaikan kalau memang dibutuhkan pemeriksaan terhadap Menpora atau deputi yang lain, atau terhadap jajaran panitia yang mengelola dana hibah. Nanti akan kami panggil yang sepanjang dibutuhkan dalam proses penyelidikan," tegas Febri Diansyah.
 
Febri menyatakan, pihaknya telah memeriksa asisten pribadi Menpora, pada Rabu 19 Desember. Pemeriksaan untuk mengetahui apakah asisten pribadi Menpora mengetahui soal proses pengajuan proposal atau permintaan yang dilakukan pihak KONI, serta bagaimana mekanisme hibah di dalam badan Kemenpora.
 
Sespri Menpora itu pun datang ke KPK untuk diperiksa. Setelah pemeriksaan yang berlangsung dari malam hingga dinihari selesai, ia pun diperbolehkan pulang oleh KPK. "Kemarin ia datang meski KPK sebelumnya melakukan proses pencarian. Saya kira akan lebih baik jika datang daripada dicari, ditemukan kemudian dibawa ke kantor KPK," katanya.
 
Ia menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan memeriksa para pejabat di Kemenpora dan KONI. Hal itu untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan dana hibah tersebut.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku penyidik sudah mengendus indikasi tipikor di Kemenpora, sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018. Namun KPK memilih menahan diri, dengan pertimbangan Indonesia sedang menggelar acara akbar itu. "Banyak tamu negara, kami prioritaskan itu," kata Saut Situmorang. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,