BBPOM Bandung Musnahkan Obat Ilegal Senilai Rp 8 Miliar

BBPOM Bandung Musnahkan Obat Ilegal Senilai Rp 8 Miliar

BBPOM Bandung musnahkan ribuan produk obat-obatan dan makanan ilegal senilai Rp 8,1 miliar. (foto- prfm)

Bandung - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung musnahkan ribuan produk obat-obatan dan makanan ilegal senilai Rp 8,1 miliar. Sebanyak 2.045 item merupakan temuan hasil pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan, di wilayah Jabar tahun 2018.Kepala BPOM
 
Penny K Lukito mengatakan, pihaknya tidak pernah bosan mengingatkan pelaku usaha untuk menaati standar dan peraturan terkait aspek keamanan, manfaat dan mutu obat dan makanan. Jika pelaku usaha terbukti melakukan pelanggaran, terlebih dahulu akan dibina agar dapat memenuhi persyaratan dan ketentuan.
 
Jika pelaku usaha terbukti melanggar peraturan dengan sengaja dan terus menerus melanggar, maka pihaknya tak segan untuk menindak dan menegakkan hukum agar pelanggar diberi hukuman yang setimpal.
 
"Selama 2018 BBPOM telah memproses 21 perkara pro-justitia di Bandung. Rinciannya 8 perkara di bidang obat, 6 perkara di bidang kosmetik, 4 perkara di bidang obat tradisional dan 3 perkara di bidang pangan," kata Penny di Kantor BBPOM Bandung, Kamis (20/12/2018).
 
BPOM juga terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal, yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan. Yakni meningkatkan kerja sama lintas sektor dengan semua pemangku kepentingan, termasuk meningkatkan peran serta masyarakat sebagai konsumen cerdas dengan selalu "Cek KLIK".
 
"Pastikan kemasan dalam Kondisi baik, baca informasi pada Label, memiliki Izin Edar dan tidak melebihi masa kadaluwarsa," tegas Penny.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, Pemprov Jabar berkomitmen memberantas obat-obatan dan makanan ilegal. Yakni dengan membentuk tim yang bertugas melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat, mulai tingkat kabupaten/kota hingga desa.
 
"Dengan semua pihak terkait, dari kabupaten kota sampai tingkat desa, diharapkan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat Jabar dan Indonesia terkait obat-obatan berbahaya maupun makanan berbahaya bisa cepat dilakukan," jelasnya.
 
Produk yang dimusnahkan tersebut didominasi oleh produk kosmetik dan obat tradisional ilegal, dengan rincian 1.071 item (52.35 persen) kosmetik ilegal dan 576 item (28,15 persen) obat tradisional ilegal.
 
Diketahui, produk kosmetik ilegal tersebut mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan rhodamin B. Sedangkan obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) seperti Sildenafil Sitrat, Deksametason dan BKO lainnya.
 
Selain kosmetik dan obat tradisional, produk yang dimusnahkan terdiri atas Obat Keras yang diedarkan di sarana ilegal sebanyak 365 item (17,89  persen), produk pangan ilegal dan mengandung bahan berbahaya (formalin dan boraks) 24 item (1,17 persen) dan produk suplemen kesehatan sebanyak 9 item (0.44  persen). (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,