Perempuan El Salvador Korban Perkosaan Akhirnya Dibebaskan

Perempuan El Salvador Korban Perkosaan Akhirnya Dibebaskan

Imelda Cortez, perempuan El Salvador yang diperkosa ayah tirinya akhirnya dibebaskan dari ancaman 20 tahun bui. (foto - @lagabyt)

San Salvador - Imelda Cortez, perempuan 20 tahun asal El Salvador yang diperkosa ayah tirinya, akhirnya dibebaskan dari ancaman penjara 20 tahun karena dituduh ingin menggugurkan kandungannya.
 
Berdasarkan keterangan Pusat Hukum Internasional dan Keadilan (CEJIL) yang selama ini menjadi pendamping Cortez menyatakan, ia sudah ditahan sejak April tahun lalu setelah melahirkan anak dari ayah tirinya.
 
Dilansir CNN, Cortez tetap ditahan dan dituduh ingin menggugurkan kandungan meski bayi yang dilahirkannya selamat. Menurut pengacara Alejandra Romero, ia terancam 20 tahun penjara. Aborsi masih termasuk ilegal di El Salvador tanpa kecuali.
 
Pengacara Cortez berargumen, kliennya sedang dalam keadaan pingsan ketika melahirkan dan ia tidak punya kuasa atas perbuatannya. Jaksa penuntut meminta untuk mengubah tuntutannya menjadi penelantaran dan ketidakberdayaan. Ia terancam hukuman satu hingga tiga tahun penjara.
 
Pengacaranya setuju atas tuntutan yang diringankan itu, namun pengadilan memutuskan semua tuduhan terhadap Cortez dicabut. "Hakim mengatakan, Imelda korban dari pemerkosaan berulang dan hal itu juga yang membuat dia tidak bisa mengendalikan diri ketika dia sedang melahirkan," kata pengacaranya, Bertha Deleon.
 
Dalam petisi yang mendukung pembebasannya disebutkan, Cortez tumbuh dari keluarga miskin di daerah Jiquilisco, sebelah selatan El Salvador. Sejak usia 12 tahun ia diperkosa ayah tirinya yang berusia 70 tahun. Petisi pembebasan Cortez sudah ditandatangani 63.000 orang.
 
Paula Avila Guiller, Direktur Pusat Kesetaraan Perempuan di Amerika Latin yang sudah berkomunikasi dengan pengacara Cortez mengatakan, perempuan malang itu tidak paham bahwa dia baru saja melahirkan. Saat ia berdarah mulai panik dan langsung dibawa ke rumah sakit.
 
"Bayi itu lahir dalam kondisi sepenuhnya sehat," kata Avila-Guiller. Setelah Cortez ditahan, anak itu diasuh oleh ibu Cortez yang masih tinggal dengan ayah tirinya.
"Kasusnya makin parah karena ia adalah korban kekerasan seksual dari ayah tirinya sejak ia berusia 12 tahun sampai 18 tahun.
 
Namun ia dianggap pelaku kejahatan dan bukan korban," ujar Avilla-Guillen. Di El Salvador, perempuan yang melakukan aborsi atau keguguran bisa terancam 50 tahun penjara. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,