Macet Parah, Wilayah Lembang Ditutup Jika Parkiran Penuh

Macet Parah, Wilayah Lembang Ditutup Jika Parkiran Penuh

Kepadatan kendaraan merayap menuju objek wisata Lembang. (foto - ist)

Bandung - Memasuki  libur  akhir  pekan  di  penghujung  tahun 2018,  arus lalu lintas dari Kota Bandung menuju kawasan objek wisata Lembang macet parah. Antrean kendaraan terjadi sejak siang hari mulai dari Jalan Cipaganti hingga Jalan Setiabudhi atas yang didominasi kendaraan pribadi, Jumat (28/12/2018).
 
Kendaraan yang antre pun tidak hanya dari Kota Bandung tetapi datang dari luar kota, utamanya dari Jakarta. "Memang setiap akhir pekan kondisinya kaya gini, tapi tidak separah seperti saat ini," keluh sejumlah pengendara.
 
Untuk meminimalisir kepadatan arus lalu lintas dan mengantisipasi semakin padatnya kendaraan di wilayah Lembang, petugas kepolisian mengimbau pengelola tempat wisata di kawasan Lembang untuk menutup sementara waktu, saat area parkir yang disediakan sudah tidak mampu menampung kendaraan.
 
KBO Lantas Polres Cimahi Iptu Dudi Iskandar memastikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak pengelola usaha baikhotel, rumah makan ataupun tempat wisata lainnya agar bisa bekerja sama dan ikut bertanggung jawab memperlancar arus lalu lintas.
 
"Antusias masyarakat untuk mendatangi sejumlah lokasi wisata di wilayah Lembang sangat tinggi. Namun jika parkiran sudah penuh kami imbau untuk ditutup agar kami bisa melakukan penarikan," kata Dudi Iskandar.
 
Menurutnya, petugas juga selalu melakukan cara bertindak di sejumlah titik secara situasional. Bahkan, aparat Polres Cimahi pun sudah melakukan koordinasi dengan Polres Subang dan Polrestabes Bandung, untuk mengatur arus lalu lintas di beberapa titik perbatasan.
 
Dudi mengimbau, kepada para wisatawan yang menggunakan travel untuk memilih kendaraan yang kecil mengingat rute menuju Lembang sudah padat, selain jalannya tidak terlalu lebar dan menanjak. Selain itu, di beberapa titik pun hingga saat ini masih rawan longsor.
 
"Kami imbau wisatawan untuk memakai kendaraan mini (kecil), karena jalurnya tidak lebar apalagi di jalur alternatif. Kepada para pengguna travel lebih baik tidak menggunakan kendaraan yang besar," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait