Longsor di Sukabumi, 15 Jasad Ditemukan & 20 Masih Dicari

Longsor di Sukabumi, 15 Jasad Ditemukan & 20 Masih Dicari

Evakuasi korban longsor di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Sukabumi. (foto - basarnas)

Sukabumi - Tim  SAR  terus  melakukan  pencarian  korban  tanah  longsor di  Dusun  Garehong  Kampung  Cimapag Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Pencarian terpaksa dihentikan lebih awal karena terhambat cuaca buruk.
 
Hujan deras memaksa evakuasi korban dihentikan sekitar pukul 14.00 WIB, karena membahayakan petugas jika evakuasi terus dilakukan, karena longsor susulan pun kerap terjadi. Sudah 15 orang ditemukan meninggal. 
 
Saat awal longsor terjadi, dua orang ditemukan meninggal dan 41 orang warga desa dinyatakan hilang terkubur longsor. Setelah dilakukan pendataan ulang dengan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat, dari 30 unit rumah yang tertimbun terdapat 32 kepala keluarga.
 
Sebelumnya, disebutkan 107 jiwa yang tertimbun, namun dikoreksi menjadi 101 jiwa. Dari jumlah itu tercatat 63 orang selamat, tiga orang luka-luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu, 15 orang meninggal dunia serta 20 orang masih hilang dan dalam pencarian.
 
"Dua alat berat telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Curah hujan tinggi membuat proses evakuasi korban berisiko bagi tim SAR. 
 
Belum lagi empat kali longsor susulan sudah terjadi meski dengan jumlah longsoran yang relatif lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh juga cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan. Daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi.  
 
Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi dari PVMBG, terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi. Peta potensi longsor menengah, artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadinya longsor.
 
Di zona itu dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sedangkan peta potensi longsor tinggi, yakni daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi longsor.
 
Pada zona itu dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, sedangkan longsor lama dapat aktif kembali. "Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian 20  korban yang diduga masih tertimbun longsor," tegas Sutopo.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop,  sarung tangan latex, alat komunikasi, personil dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,