Deposito 1 Miliar Disita, Rumah Tersangka Suap SPAM Digeledah

Deposito 1 Miliar Disita, Rumah Tersangka Suap SPAM Digeledah

Direktur PT TSP Yuliana Dibyo dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah digiring petugasusai jalani pemeriksaan di gedung KPK. (foto - ist)

Jakarta - Tim KPK menggeledah rumah tersangka Dirut PT Tashida Sejahtera Perkara Yuliana Enganita Dibyo, terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR. Dari penggeledahan, tim KPK menyita uang deposito lebih dari Rp 1 miliar.

"Dari rumah tersangka Yul (Yuliana Eganita Dibyo) Direktur PT TSP, penyidik menyita uang sekitar Rp 200 juta dan deposito setidaknya Rp 1 miliar," sebut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (2/1/2019).

Febri menjelaskan, penyidik turut menyita sejumlah dokumen proyek yang relevan dengan kasus itu. Selain rumah Yuliana, tim KPK juga menggeledah rumah dua tersangka lainnya, yaitu Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto dan Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Kementerian PUPR Teuku Moch Nazar.

"Untuk dua rumah tersangka lainnya penggeledahan berlangsung hingga malam hari," tegas Febri. Sebelumnya, KPK telah menggeledah Kantor SPAM dan PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) pada Selasa 1 Januari 2019. 
Dari penggeledahan itu, tim menyita sejumlah dokumen terkait proyek SPAM di berbagai daerah. Dokumen itu bernilai proyek Rp 400 miliar.

Kemudian tim KPK juga menggeledah Kantor Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Strategis Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR pada Senin 31 Desember 2018. Penyidik menyita CCTV dan uang Rp 800 juta.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Delapan tersangka itu yakni Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih Wahyudi, Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.

Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menjerat empat pejabat Kementerian PUPR yakni Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar serta PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Keempat pejabat Kementerian PUPR itu diduga menerima suap untuk mengatur lelang, terkait proyek pembangunan sistem SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Dua proyek lainnya pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala Palu Sulawesi Tengah. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,