3 Gadis Asal Kota Bandung Jadi Korban Perdagangan Orang

3 Gadis Asal Kota Bandung Jadi Korban Perdagangan Orang

Tiga gadis asal Bandung jadi korban perdagangan orang. (foto - ilustrasi)

Timika - Tiga  orang  gadis  yang  di  antaranya  masih  berusia di bawah umur,  berhasil diamankan aparat Polres Nabire Kabupaten Nabire Papua. Mereka ditemukan di salah satu tempat karaoke pada 31 Desember 2018 dan diamankan petugas, karena diduga menjadi korban kasus perdagangan orang (human trafficking).
 
Sebelumnya, salah satu orangtua korban ada yang melapor ke Mapolda Jawa Barat, anaknya menjadi korban perdagangan manusia yang kemudian dibawa ke Kabupaten Nabire pada 13 Desember 2018 lalu.
 
"Kasus itu terungkap setelah salah satu orangtua dari perempuan remaja itu melapor, anaknya menjadi korban perdagangan manusia dan dibawa ke Kabupaten Nabire Provinsi Papua ke Mapolda Jabar pada 13 Desember 2018," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya di Timika Kabupaten Mimika Papua, Sabtu (5/1/2019).
 
Ketiga gadis remaja tersebut masing-masing berinisial HW (16), AD (17) dan D (18). Dari keterangan mereka, dua di antaranya masih berstatus sebagai pelajar. Mereka direkrut oleh dua orang tersangka yakni berinisial FA dan Mami B, dengan mengiming-imingi akan diberi gaji sebesar Rp 30 juta per bulan.
 
"Untuk mengelabui petugas, Mami B membuat surat domisili dengan menambah umur AD dan HW menjadi 21 tahun, atau usia yang dianggap dewasa menurut KUHAP," tegas Kamal. Sejauh ini, ketiga gadis tersebut telah diberangkatkan ke Kota Bandung Jabar dengan didampingi oleh petugas dari Mapolda Jabar.
 
Atas perbuatannya tersangka FA dan Mami B terancam hukuman pidana sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 12 KUHP tentang perdagangan orang, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda sebesar Rp 600 juta.
 
Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian itu. Di mana, anak-anak tersebut harusnya masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah, namun ternyata terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
 
"Atas kejadian itu diharapkan kepada para orangtua untuk lebih ketat dalam mengawasi anak-anak, apalagi mereka sudah menginjak masa remaja yang rentan terhadap hal-hal negatif, mudah terhasut dan ingin mencoba sesuatu dan keingintahuan mereka terhadap hal-hal yang baru sangat tinggi," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,