Tim Penjinak Bom Sisir Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo

Tim Penjinak Bom Sisir Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo

Suasana di depan rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. (foto- ist)

Bekasi - Suasana di sekitar rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah Jatiasih Kota Bekasi tampak sepi.  Sebelumnya, rumah Agus dikirim tas plastik hitam berisi bom paralon palsu, Selasa 8 Januari malam.
 
Sejauh ini, tidak ada warga yang berkerumun di sekitar rumah Agus layaknya ketika ada suatu peristiwa. Rumah tetangga Agus juga terlihat tertutup rapat, seolah tak berpenghuni, Rabu (9/1/2019).
 
Hingga siang hari jalan menuju rumah Agus Rahardjo diportal. Kendaraan tidak bisa melewati depan rumah Agus. Tidak ada kendaraan yang bisa berlalu-lalang. Tetangga yang melewati rumah Agus dengan jalan kaki pun sangat jarang.
 
Rumah Agus yang kondisinya tampak sedang direnovasi itu tidak dipasangi garis polisi. Tidak ada pula penjagaan ketat baik dari petugas polisi maupun keamanan setempat. Meski begitu, rumah tersebut sempat didatangi petugas polisi dari laboratorium forensik.
 
Kapolsek Jatiasih Kompol Ili Anas mengatakan, polisi menerjunkan tim dari Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor), intel, Identifikasi dan olah TKP serta Gegana ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menyisir seluruh bagian rumah Agus dari lokasi parkiran, lantai dasar dan lantai dua.
 
Dua kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar pagar rumah pun menyorot langsung ke lokasi penemuan bom palsu itu, tak luput dari pemeriksaan polisi. Sejumlah benda yang diduga barang bukti kejadian tampak diangkut menuju mobil Tim Puslabfor Polri.
 
Berdasarkan penuturan warga sekitar, polisi sudah mendatangi lokasi sejak pukul 06.30 WIB. Namun, mereka tidak mengetahui pasti detail kejadian dan bom yang dimaksud. Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, semua elemen yang ada di dalam benda diduga bom itu tidak dirakit, sehingga tidak mungkin menimbulkan ledakan.
 
"Kabel-kabelnya tidak berkaitan, tidak ada detonator. Jadi fake bomb itu," kata Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan. Namun, lain halnya dengan apa yang terjadi di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif yang mendapatkan teror bom molotov. Botol yang berisi spiritus dan minyak tersebut sempat meledak dan membakar sebagian kecil tembok rumah Laode M Syarif. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,