Ahok : Terima Suap PNS Dipecat

Ahok : Terima Suap PNS Dipecat

Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama (Ahok).(Foto:Net)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan memecat aparat pemerintah yang terbukti menerima suap.

"Saya mau pecatin lagi PNS DKI yang terbukti minta 'sogok' dan menerima suap," kata pria yang akrab disapa Ahok ini di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Ia mengatakan tidak segan untuk memberhentikan aparatnya yang melanggar aturan karena jika dibiarkan akan memberikan efek tidak baik bagi pemerintahan terutama dalam hal pelayanan.

Ahok menambahkan jika ada warga DKI Jakarta saat berurusan dipersulit apalagi diminta uang tambahan oleh oknum pemerintah maka masyarakat dapat melaporkan langsung kepadanya.

"Kalau dipersulit di kelurahan atau di manapun saat berurusan, tinggal sms pada saya, laporin sama saya, siapa oknumnya," katanya.

Namun, tambahnya, laporan tersebut harus disertai dengan bukti yang jelas, tepat dan akurat, misalnya dengan bukti rekaman percakapan atau dengan menunjukkan bukti lain yang bisa memperkuat laporannya.

"Ngomong pun bisa direkam, siapa yang ngomong kasih tau saya. Kalau staf biasa akan di turunkan golongannya, kalau dia terus bermain kita pindahkan atau kita akan pecat," tegasnya.

Ia mengatakan setelah upaya yang dilakukan untuk memberantas suap dan pungutan liar, masyarakat diharapkan dapat bekerjasama dengan tidak memberikan uang jika tidak sesuai dengan ketentuan.

"Warga juga jangan mau 'nyogok' lagi. Kalau mereka tetap memberikan uang ya susah. Kita maunya tidak ada lagi oknum wali kota, camat, lurah atau pun aparat lain yang minta persenan, setor menyetor," pungkasnya. (AY)

.

Categories:Nasional,