Terbongkar, Mahasiswi Jadi Mucikari 'Online' di Samarinda

Terbongkar, Mahasiswi Jadi Mucikari 'Online' di Samarinda

Petugas interogasi tersangka mahasiswi yang jadi mucikari di Samarinda. (foto - Facebook)

Samarinda - Pihak  kepolisian  berhasil   membongkar  praktik  prostitusi  online  di  Samarinda  lewat  pesan  WhatsApp Messenger. Mucikari GD (28), seorang mahasiswi di Samarinda menjadi tersangka. Tarif yang ditawarkan Rp 1 juta per sekali kencan, belum termasuk sewa hotel.
 
Kasus tersebut terbongkar pada Jumat 11 Januari lalu, ketika beredar informasi lewat pesan WhatsApp. Pesan tersebut menyebutkan, ada seseorang yang menjajakan perempuan bisa diajak untuk "ngamar".
 
"Tim kami pun menyamar bertransaksi dan komunikasi dengan perempuan yang jadi mucikari tersebut. Begitu ketemu, kita amankan mucikari itu di salah satu hotel di Samarinda," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, Minggu (13/1/2019).
 
Mucikari itu jadi petunjuk, ia pun kemudian menyebutkan ada dua orang perempuan temannya yang bisa diajak kencan. Tarifnya mencapai Rp 1 juta, belum termasuk tarif sewa kamar untuk berkencan.
 
"Anggota kembali menyamar dan menunggu di kamar hotel. Salah satu perempuan yang ditawarkan, RD (23) kemudian masuk ke dalam kamar. Hingga 15 menit berada di dalam kamar, kami lakukan penggerebekan," tegas Sudarsono.
 
"Dari penggerebekan tersebut kemudian kami kembangkan ke hotel lainnya. Polisi kembali mengamankan GA (22). Perempuan muda RD dan GA tersebut bukan mahasiswi, namun sehari-harinya sebagai pekerja swasta," tambahnya.
 
Berdasarkan keterangan mucikari GD, pihaknya tidak mematok kedua temannya untuk berbagi hasil dari tarif masing-masing Rp 1 juta sekali kencan. "Upah ke mucikari, bisa Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu. Bisa juga, cukup diajak senang-senang, dugem ataupun makan-makan," kata Sudarsono.
 
Sejauh ini, polisi masih menelusuri dugaan ada tiga orang perempuan lainnya, yang jadi korban mucikari GD, yang berbisnis jasa esek-esek sejak 2017 lalu. Polisi menyita uang tunai Rp 1 juta masing-masing dari korban GA dan RD, ponsel tersangka dan tangkapan layar WhatsApp Messenger. 
 
Untuk itu, mucikari GD ditetapkan sebagai tersangka dan kini meringkuk di penjara. "Kita kenakan Pasal 2 UU RI No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan atau Pasal 296 KUHP tentang Perzinahan," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,