Ledakan Pipa Minyak Meksiko Telah Menewaskan 73 Orang

Ledakan Pipa Minyak Meksiko Telah Menewaskan 73 Orang

Lokasi ledakan pipa saluran minyak di Meksiko tengah. (foto - AFP/Getty Images)

Tlahuelilpan - Ledakan  pipa  saluran  minyak  di  Meksiko  tengah  diduga akibat pencurian, sejauh ini telah menewaskan 73 orang. Presiden Meksiko Andres Manuel Obrador membela militer Meksiko,  yang dianggap gagal menjaga lokasi itu sebelum ledakan.
 
Ahli forensik mengisi kantong mayat dengan sisa-sisa tubuh manusia yang hangus di Kota Tlahuelilpan, Negara Bagian Hidalgo tempat ledakan itu terjadi pada Jumat malam. Peristiwa itu salah satu insiden paling mematikan yang terjadi pada infrastruktur minyak Meksiko, yang telah bermasalah selama bertahun-tahun.
 
Salah seorang saksi mengatakan, orang-orang tengah berkumpul untuk menampung minyak yang tumpah dari pipa itu saat ledakan terjadi, membuat massa berhamburan. Api yang menyebar menghanguskan pakaian dan menyebabkan luka bakar parah.
 
Disebutkan, daerah itu mengalami kelangkaan bahan bakar sejak Presiden Andres Manuel Obrador meluncurkan kampanye untuk menghentikan pencurian bahan bakar. Situasi itu yang menyebabkan massa berusaha mendapatkan sedikit bahan bakar dari pipa yang bocor.
 
"Semua orang datang untuk melihat, apakah mereka bisa mendapatkan sedikit bensin untuk mobil mereka, karena tidak ada bensin di pompa bensin," kata Isaias Garcia, seorang petani yang datang ke lokasi.
 
Dilaporkan Reuters, Minggu (20/1/2019) sejumlah orang keluar dalam keadaan terbakar dan menjerit. Untuk membasmi pencurian, Presiden Lopez Obrador pada akhir Desember memerintahkan pipa bahan bakar untuk ditutup. Namun langkah itu menyebabkan kekurangan minyak di Meksiko tengah termasuk Hidalgo, lebih dari separuh pompa bensin di daerah itu yang tutup.
 
Gubernur Hidalgo, Omar Fayad mengatakan 73 orang tewas dan 74 orang lainnya mengalami luka dalam ledakan itu. Korban luka dalam keadaan memprihatinkan dengan kondisi yang memburuk akibat luka bakar.
 
Sementara jasad dari 54 korban tewas dalam keadaan hangus dan tidak dapat dikenali hingga proses identifikasi akan memakan waktu. Namun, Obrador membela militer yang disorot karena tidak mengamankan lokasi insiden dari serbuan setelah kebocoran pipa.
 
Ia mengatakan, militer telah mengambil tindakan yang benar dengan tidak melakukan konfrontasi, dan menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang menurutnya telah mengabaikan penderitaan rakyat di Hidalgo. Namun begitu, ia berjanji akan memperketat penjagaan di berbagai bagian infrastruktur minyak yang sensitif.  (Jr.)**
 
Inline image

Kobaran api saat pipa saluran minyak di Meksiko tengah meledak. (foto- AFP/Getty Images)
.

Categories:Internasional,
Tags:,