Komplotan Begal Menewaskan Dua Orang di Bekasi Ditangkap

Komplotan Begal Menewaskan Dua Orang di Bekasi Ditangkap

Aparat Satuan Polres Metro Bekasi tangkap komplotan begal yang beraksi di wilayah Bekasi. (foto - ist)

Bekasi - Sedikitnya lima pelaku begal yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Bekasi berhasil ditangkap aparat  Satuan Polres Metro Bekasi. Kelima pelaku begal itu berinisial AZ, KF, JK, BS dan AM ditangkap di waktu berbeda sepanjang Desember 2018.
 
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito mengatakan, komplotan begal itu sudah beraksi tiga kali dan dua dari tiga korbannya tewas akibat dibacok pelaku. Berdasarkan laporan dari saudara korban, polisi langsung menyelidiki dan berhasil menangkap para pelaku.
 
 "Para pelaku melakukan pencurian barang milik korban. Korban diancam dengan sajam (senjata tajam), dan mereka mobile berpatroli," kata Rizal di Mapolres Metro Bekasi, Rabu (23/1/2019).
 
Para pelaku kerap beraksi menggunakan sepeda motor. Mereka mengincar korban yang sedang lengah, lalu merampas barang berharga korban sambil mengancam dengan sajam. "Jika korban melawan, mereka melakukan upaya kekerasan. Mereka selalu berkelompok, sehingga modusnya lebih banyak untuk pencurian," tegas Rizal.
 
Pelaku langsung membacok korbannya usai merampas barang berharga. Sementara itu, aksi pertama pelaku dilakukan pada Kamis 15 November 2018 dengan korban bernama Luki Rahman, yang tewas setelah dirampas dan dibacok oleh para pelaku.
 
Kemudian, aksi kedua pada Jumat 7 Desember 2018 dengan korban bernama Herbowo Darminto. Korban yang sedang nongkrong di Jalan Gatot Subroto Cikarang Utara Kabupaten Bekasi langsung didatangi para pelaku. Usai dirampas, korban pun dibacok.
 
Aksi ketiga pada Rabu 26 Desember 2018 dengan korban bernama Yusuf yang merupakan penjaga warung kelontongan di Jalan Gatot Subroto. Korban didatangi para pelaku dan langsung dirampas serta dibacok hingga meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit.
 
Dalam kasus itu, polisi menyita barang bukti yakni, satu bilah celurit, satu unit sepeda motor milik tersangka, satu handphone. Kasus itu mencakup delapan pelaku, hingga saat ini polisi masih memburu tiga pelaku lainnya berinisial KK, AG dan AD.
 
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (Jr.)**
.

Tags:,