Sudah 8 Orang Meninggal dari 352 Warga Bogor terkena DBD

Sudah 8 Orang Meninggal dari 352 Warga Bogor terkena DBD

Penderita DBD terus meningkat Pemkab Bogor belum tetapkan status Kejadian Luar Biasa (foto - ist)

Bogor - Jumlah  penderita  demam  berdarah  dengue  (DBD)  di Kabupaten Bogor hingga akhir Januari 2019 mencapai 231 orang, 5 di antaranya meninggal dunia. Sementara di Kota Bogor, 3 orang dari 121 penderita demam berdarah meninggal dunia.

"Jumlah penderita DBD ada sekitar 231 orang se-Kabupaten Bogor. Sedangkan yang meninggal ada sekitar 5 orang," kata Bupati Bogor Ade Yasin di Citeureup Kabupaten Bogor, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, ratusan penderita demam berdarah tersebut tersebar di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten dan Kota Bogor. Meski jumlah penderita dan korban meninggal akibat demam berdarah cukup tinggi, Pemkab Bogor belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
 
"Statusnya belum KLB, masih bisa kita tangani," kata Ade Yasin. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, wilayah terbanyak penderita DBD adalah Kecamatan Cibinong, Bojonggede, Citeureup, Cileungsi dan Gunungsindur.
 
"Hal itu terjadi karena wilayah tersebut memang berada di kawasan industri dan kawasan padat penduduk," kata kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Agus Fauzi.

Sementara di Kota Bogor, jumlah penderita demam berdarah hingga pekan keempat di Januari 2019 mencapai 121 orang, dan 3 di antaranya meninggal dunia. "Data terakhir ada 121 penderita DBD, meninggal 3 orang. Ada 1 orang lagi meninggal dunia, tapi KTP-nya Kabupaten Bogor, sekolahnya di Kabupaten Bogor," kata Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"Cuaca memang luar biasa, sangat berbeda sehingga tidak cukup hanya dengan fogging. Gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) harus secara masif, tidak hanya oleh aparat tapi juga masyarakat. Kita tidak mau ini jadi kejadian luar biasa," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,