Satgas Geledah Kantor PSSI termasuk ruangan Joko Driyono

Satgas Geledah Kantor PSSI termasuk ruangan Joko Driyono

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mendampingi tim Satgas geledah kantor PSSI di FX Sudirman Office Tower lantai 14 Jakpus. (foto - ist)

Jakarta - Satgas Antimafia Bola Polri melakukan penggeledahan di Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di FX Sudirman Office Tower lantai 14 Jakarta Pusat. Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria tampak ikut mendampingi penyidik saat menggeledah kantornya.
 
"Sekjen PSSI dilibatkan untuk melihat penyidik menggeledah ruangan Kantor PSSI di FX Sudirman, tujuannya agar semua yang dilakukan penyidik bisa diketahui," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Rabu (30/1/2019).
 
Menurutnya, puluhan penyidik dikerahkan untuk menggeledah kantor federasi sepakbola Indonesia tersebut. Sejumlah dokumen pun turut disita dalam penggeledahan tersebut.
 
"Seluruh dokumen dari hasil pemeriksaan tersangka dan saksi. Dari situ sudah diaudit assesment baru oleh Satgas, yang mengarah alat bukti apa yang digunakan untuk mengungkap peristiwa pidana tersebut," katanya.
 
Selain itu, penyidik Satgas Antimafia Bola juga menggeledah Kantor PSSI yang berada di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Penggeledahan itu pun dilakukan terkait pengusutan kasus pengaturan skor sepakbola di Indonesia.
 
Berdasarkan keterangan polisi, penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari penyidikan skandal pengaturan skor pada pertandingan Persibara Banjarnegara kontra PS Pasuruan. Dari laporan yang dilayangkan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani, polisi telah menetapkan 10 sedikitnya orang tersangka.
 
Enam orang di antaranya telah ditahan, yakni mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, mantan anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan Anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, wasit futsal Anik Yuni Artika Sari, wasit pertandingan Nurul Safarid, dan anggota Direktorat Wasit Mansyur Lestaluhu alias ML.
 
Sementara empat tersangka lainnya, yakni CH selaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara kontra Kediri, DS selaku pengawas pertandingan Persibara kontra PS Pasuruan, P selaku asisten wasit 1, dan MR selaku asisten wasit 2 belum ditahan. Kasus itu menurut polisi sebagai pintu masuk pemberantasan mafia bola di Liga 3 Indonesia. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,