4 Terapis ‘Plus’ Digelandang Polisi dari Hotel Aston Bekasi

4 Terapis ‘Plus’ Digelandang Polisi dari Hotel Aston Bekasi

Empat orang terapis ‘Plus’ digelandang polisi dari Hotel Aston Bekasi. (foto - ist)

Bekasi - Empat orang terapis digelandang jajaran Polres Metro Bekasi Kota dari Hotel Aston di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi, pada Kamis 31 Januari. Keempatnya diduga menjadi pekerja seks komersial (PSK).
 
Menurut Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, pengungkapan kasus tersebut bermula dari unit kriminal khusus mendapatkan informasi adanya transaksi prostitusi di hotel tersebut. Polisi kemudian melakukan penggerebekan.
 
"Polisi mengamankan SN alias R dengan barang bukti sebuah telepon genggam setelah bertransaksi," kata Eka, Jumat (1/2/2019).
 
Diketahui, SN terapis yang juga melayani jasa seks sekaligus mucikari baru saja mengantarkan tiga orang terapis yang juga menjadi pekerja seks komersial ke kamar hotel yang telah disewa. Ketiganya yakni SA alias Dela, SW alias Peni dan MRS, mereka adalah terapis yang juga PSK di wilayah Cikarang.
 
"Tarif mereka sekitar Rp 1 juta di luar biaya sewa hotel dan jasa antar," katanya. Kasus di hotel itu berawal ketika SN mendapatkan pelanggan ketika menjadi terapis di SPA & Refleksi di kawasan Cikarang. SN kembali ditawari pelanggannya tapi meminta mengajak tiga orang teman lainnya.
 
"Jadi langganan di tempat kerja SN tersebut meminta dilayani hubungan badan, tapi minta SN mencari tiga temannya lagi karena pemesan mau ajak teman lainnya," katanya.
 
Sejumlah barang bukti disita berupa tujuh kondom belum terpakai dari kamar 601 yang digunakan SC, 3 bungkus kondom belum terpakai dari kamar 603 yang digunakan SW, uang Rp 3,5 juta dari SN dan dua kartu akses masuk ke dalam kamar hotel. (Jr.)**
.

Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait