Banjir Terjang Manado Telah Merenggut Empat Korban Jiwa

Banjir Terjang Manado Telah Merenggut Empat Korban Jiwa

Banjir yang menerjang Manado telah merenggut empat korban jiwa. (foto - ist)

Manado - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan, sedikitnya empat orang meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Manado yang terjadi, pada Jumat 1 Februari 2019.

"Satu orang korban yang terseret luapan air sungai sudah ditemukan pada Sabtu, sehingga totalnya empat yang meninggal dunia," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Maximilian Tatahede, di Manado.

Korban terseret banjir, yakni Hidayat Lahamendu (22 tahun), warga Kelurahan Cempaka Kecamatan Bunaken. Sebelumnya, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor sebanyak tiga orang.

Yakni Nathalia Lapian (1) warga Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting dan Jon Duarmas (45) warga Kelurahan Taas Lingkungan I Kecamatan Tikala meninggal tertimpa longsor, serta Richard Patabone (5) warga Kombos Timur Lingkungan III meninggal karena terbawa arus sungai.

Tatahede berharap warga terus mewaspadai kondisi cuaca saat ini yang terkadang ekstrem. "Tetap waspada ketika melakukan aktivitas saat hujan deras, kalau bisa menjauhi dulu dari areal yang berpotensi terkena bencana seperti bantaran sungai maupun bebukitan atau lereng," ujarnya.

Sejauh ini, tercatat sebanyak 737 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 2.523 jiwa terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Warga terdampak menyebar di delapan kecamatan dan 23 kelurahan serta masih mengungsi di rumah ibadah, rumah kerabat serta tempat yang lebih aman. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,