7 Pilar Manajemen Persija Jakarta Mundur Secara Massal ?

7 Pilar Manajemen Persija Jakarta Mundur Secara Massal ?

Gede Widiade sebagai CEO Persija Jakarta telah lebih dulu mundur. (foto - ist)

Jakarta - Selepas  Gede  Widiade  mundur  sebagai  CEO,  menyusul  enam  pilar manajemen Persija Jakarta lainnya juga mundur. Rafil Perdana misalnya, meletakkan jabatannya sebagai Direktur Operasional Persija.
 
Mundur massal para pejabat persija Jakarta tersebut di antaranya, Budi Saputra sebagai Ketua Panpel Persija, Andika Suksmana (Direktur Marketing), Prasetyo (Wakil Ketua Panpel), Erwan (manajer Tim U-16) serta Arvi Perwira sebagai manajer tim U-19.
 
Dengan mundurnya mereka membuat posisi sentral di manajemen kosong, dan hingga saat ini belum diketahui siapa saja yang akan menjadi penggantinya. Baru posisi CEO yang diketahui siapa penggantinya.
 
Kokoh Afiat, mantan Direktur Keuangan PT Liga Indonesia kabarnya yang akan menggantikan posisi Gede Widiade. "Keputusan itu masalah profesional. Mereka undur diri sebagai profesional yang sudah menjalankan tugas. Alasannya profesionalisme," kata Ketua Dewan Pembina Persija Syafruddin di Jakarta, Jumat (8/2/2019).
 
Menurutnya, pihaknya tidak mengetahui pasti latar belakang yang membuat mundur massal itu terjadi. "Saya tak pernah ikut masalah manajerial. Saya hanya terima pamit, mereka mengundurkan diri karena ada hal yang tak profesional," tegas Syafruddin.
 
Sementara itu, Presiden Persija Ferry Paulus merasa fenomena mundur massal para pejabat di tubuh Persija Jakarta merupakan hal yang normal. Berbagai faktor menjadi alasan, baik dari dalam maupun luar.
 
"Bagi kami, tim harus tetap jalan. Persija masih menatap pertandingan di Australia. Dengan demikian, semua harus fokus ke sana. Tak ada yang boleh lebih besar daripada Persija, apa pun bentuknya. Persija harus lebih besar dari yang lainnya," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,