Perusak Motor dan Bakar STNK Terancam 6 Tahun Penjara

Perusak Motor dan Bakar STNK Terancam 6 Tahun Penjara

Adi Saputra di Mapolres Tangerang Selatan. (foto - ist)

Tangsel - Polisi menetapkan Adi Saputra (20) sebagai tersangka atas sejumlah pasal berlapis. Pria yang merusak sepeda motor dan membakar STNK-nya karena kesal ditilang, membeberkan kepada petugas alasan dia melakukan perbuatannya.
 
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menyatakan, pelaku membeli sepeda motor bodong itu seharga Rp 3 juta melalui Facebook. Uangnya diperoleh dengan bersusah payah dari hasil menabung sebagai penjual kopi di Pasar Modern BSD.
 
"Kenapa tersangka bersikap reaktif saat ditilang? Sebab selama ini untuk membeli sepeda motor ia mengumpulkan uang dalam waktu yang cukup lama. Sehingga tersangka sedih dan marah saat ditilang," kata Ferdy di Mapolres Tangsel, Jumat (8/2/2019).
 
Adi sendiri ditilang karena melanggar banyak aturan dalam berlalu lintas.Antara lain melawan arus, tak mengenakan helm serta tak membawa kelengkapan surat kendaraan. Meski oleh petugas telah diberikan penjelasan, Adi tetap mendesak agar tak ditilang.
 
Polisi yang bertugas tak bergeming dan tetap memberi tilang, karena mengetahui jika pengendara itu jelas melanggar aturan. Tanpa diduga, Adi mengamuk di hadapan petugas. Motornya dirusak dan dihancurkan menggunakan batu besar.
 
Selain itu, Adi yang tampak seperti kesetanan sempat menghardik petugas yang merekam kejadian itu menggunakan kamera handphone. Hebatnya, petugas tak terpancing.
 
Bahkan, Bripka Oki dengan tenang tetap menulis keterangan pada kertas tilang yang dibawanya. Atas perbuatannya tersebut, Adi Saputra terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. (Jr.)**
.

Tags:,