Marc Marquez Naiki 'Bandros' Tiba di Gedung Sate Bandung

Marc Marquez Naiki 'Bandros' Tiba di Gedung Sate Bandung

Marc Marquez tiba di Gedung Sate Bandung. (foto - Twitter)

Bandung - Selepas menjalani tes pramusim MotoGP di Sepang Malaysia, Marc Marquez memenuhi janjinya untuk datang ke Indonesia yang dihelat Astra Honda Motor bertajuk "Repsol Honda Team Visit Indonesia 2019", Sabtu (9/2/2019).
 
Dengan menumpang Bus Bandros, pembalap MotoGP Repsol Honda tersebut  tiba di Gedung Sate, yang disambut meriah para pejabat Pemprov Jabar dan warga Bandung.
 
Terkait kedatangan pembalap dunia itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengajak warga Jabar punya semangat juara layaknya juara dunia MotoGP, Marc Marquez. Bahkan, Emil langsung mengajak para warga Jabar untuk memiliki semangat juara.
 
"Jika Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP, maka warga Jabar harus punya semangat juara. Dear @marcmarquez93 muchas gracias for tu visita Java Occidental," demikian cuitan Emil lewat Instagram pribadinya.
 
"Juara dunia MotoGP Marc Marquez senantiasa memberi inspirasi kepada kita semua. Kalau dia bisa, kita juga bisa dengan semangat. Sebab semangat yang baru namanya, Jabar Juara," lanjutnya.
 
Marc Marquez pun selanjutnya berkeliling mengitari Kota Bandung. Dengan menaiki Bus Bandros (Bandung Tour on Bus), ia menyusuri jalanan dan menikmati suasana Kota Kembang. Rute yang dilewati Marquez antara lain Trans Studio Mall - Jalan Gatot Subroto - Jalan Asia Afrika - Jalan Braga - Jalan Wastukancana - Jalan Merdeka - Jalan Dago Bawah - Jalan Simpang Dago - Jalan Dipati Ukur - Gedung Sate, dengan menempuh jarak sekitar 15 km.
 
Dalam pernyataannya, Ridwan Kamil pun berencana membuat sirkuit MotoGP di dekat Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka. Lokasi sirkuit dipilih dekat bandara agar memudahkan akses wisatawan luar negeri, terlebih lagi kawasan itu merupakan segitiga emas perekonomian Jabar.
 
Menurut Emil, sudah dua kali investor menghampiri dirinya untuk mengajukan pembangunan sirkuit MotoGP di Jabar. Ia pun mendukung langkah tersebut dan saat ini masih tahap pembahasan MoU kerja sama.
 
"Saya lihat MotoGP bukan urusan olahraga, tapi juga sudah pariwisata. MotoGP ini harus ada dalam radius perhotelan, sehingga pariwisata Jabar bisa maju dengan pariwisata alam," katanya.
 
Ia mengatakan, luas sirkuit MotoGP yang bakal dibangun minimal 200 hektar di daerah Majalengka yang dianggap cocok karena masih banyak lahan yang bisa dikembangkan. Jika tidak ada halangan,  pembangunan bisa dimulai tahun 2020.
 
Diakui, Jabar harus bersaing dengan Sumatera dan Nusa Tenggara Barat yang juga mewacanakan pembangunan sirkuit MotoGP. Namun Jabar adalah lokasi yang strategis karena jumlah penduduknya terbesar, sehingga menjadi salah satu konsumen motor terbesar di Indonesia. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,