Tiga Rumah Hangus Dibakar Bentrok Antar-Warga di Sorong

Tiga Rumah Hangus Dibakar Bentrok Antar-Warga di Sorong

Tiga rumah dibakar buntut bentrokan antar-warga di Kota Sorong. (foto - iNews)

Sorong - Sekelompok warga mengamuk dan menyerang rumah terduga pelaku begal dua anggota keluarga di Kompleks Kokoda Jalan Kanal Viktori Km 09 Kelurahan Kladufu Distrik Sorong Timur Provinsi Papua Barat, Minggu (10/2/2019).
 
Ketegangan sempat membuat khawatir sejumlah warga, akibat aksi saling serang antar-dua kelompok warga menggunakan senjata tajam. Diduga, keributan itu berawal saat sepasang suami istri, Kamarudin (29) bersama istrinya Jumiati (30) berhenti sejenak karena melihat rekannya berada di pangkalan ojek.
 
Namun, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba Kamarudin dipukul dari arah belakang oleh sejumlah pemuda. Pasutri itu pun berupaya melarikan diri menghindari kebringasan para pemuda, yang terus mengejar sambil membawa senjata tajam.
 
Akibatnya, Jumiati terkena sabetan pisau di bagian tangan kanan, sedangkan Kamarudin terkena panah pada pelipis mata sebelah kiri. Keduanya masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong.
 
Keluarga korban yang tidak terima langsung mendatangi tempat kejadian, sambil membawa senjata tajam. Tujuannya mencari pelaku pemukulan dan pembacokan, hingga aksi saling serang pun tak dapat dihindari. Akibatnya, salah satu kelompok warga terkena panah pada tangan bagian kanan, dan 3 rumah warga di kompleks Kanal Viktori dibakar.
 
Pihak kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi. Selain polisi, Komandan Rayon Militer 1802-01 Sorong Barat Mayor inf. H Triyana ikut mengamankan situasi dan kondisi yang tidak kondusif.
 
Sementara itu, dua orang terduga pelaku M (20) dan EA (21) berhasil diamankan di Polsek Sorong Timur. Sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengetahui motif sebenarnya, hingga pelaku tega menyerang pasangan suami istri menggunakan senjata tajam.
 
Tingkat kriminalitas di Kota Sorong dalam kurun waktu dua tahun belakangan tinggi, imbas beredarnya minuman keras yang masif. Meski peraturan daerah telah ditetapkan, sayangnya peredaran miras makin masih merajalela. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,