Terpidana Suap lahan SMAN 22 Diciduk Tim Kejari Bandung

Terpidana Suap lahan SMAN 22 Diciduk Tim Kejari Bandung

Alex Tahsin keluar dari ruangan Pidsus Kejari Bandung dengan kawalan ketat sejumlah petugas. (foto - ist)

Bandung - Terpidana kasus suap  (gratifikasi) pembebasan lahan SMAN 22 Kota Bandung seluas 4.190 meter persegi, Alex Tahsin Ibrahim ditangkap tim gabungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.
 
Alex yang merupakan mantan Wakil Sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Bandung tersebut diamankan tidak jauh dari Mapolrestabes Jalan Jawa Bandung, Senin (11/2/2019).
 
"Kami memang memburunya selama ini. Setelah kami intai, ditemukan ada di Polrestabes Bandung. Begitu keluar yang bersangkutan langsung diamankan. Ia cukup kooperatif saat kami bawa ke kantor Kejari Bandung," sebut Kepala Kejari Bandung Rudy Irmawan melalui Kasi Pidsus Iwan Arto K dan Kasi Intel Aco Rahmadi Jaya di kantor Kejari Bandung.
 
Menurut Aco, eksekusi terhadap terpidana berdasarkan putusan dari Mahkamah Agung (MA) yang dikeluarkan 11 Januari 2017. Putusan itu membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Bandung Nomor 126/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Bdg tanggal 19 November 2015.
 
Pada pengadilan tingkat pertama, Alex Tahsin Ibrahim divonis bebas. "Putusan MA lalu menyatakan terpidana bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor, menjatuhkan pidana selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan. Terpidana juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 400 juta," tegas Aco.
 
Ia mengatakan, meski MA sudah memutuskan perkara itu pada 11 Januari 2017, pihaknya baru menerima salinan putusan pada 19 September 2018. Setelah itu tim Kejari Bandung pun langsung berusaha mencari terpidana untuk mengeksekusi putusan.
 
"Selama ini tim intel dan pidsus terus melakukan pencarian tapi belum membuahkan hasil. Sampai akhirnya tim berhasil menemukan terpidana hari ini. Ketika diamankan, terpidana sedang bersama anaknya," katanya.
 
Kasi Pidsus Kejari Bandung, Iwan Ato K menambahkan, setelah diamankan Alex Tahsin dibawa ke kantor Kejari Bandung untuk pengurusan administrasi. Setelah itu, ia dibawa ke Lapas Klas I Sukamiskin. "Langsung kami bawa untuk mendekam di sana," kata Iwan.
 
Seperti diketahui, Alex Tahsin sempat divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Bandung karena tak terbukti menerima gratifikasi. Saat itu putusan dibacakan Eko Haryanto selaku ketua majelis hakim di Ruang II Pengadilan Tipikor, Kamis  19 November 2015. Sebelumnya, Alex Tahsin dituntut hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan serta uang pengganti Rp 400 juta.
 
Alex Tahsin terlibat dalam kasus korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan SMAN 22 Bandung. Sementara nilai kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 7,5 miliar.
 
Seperti diketahui, kasus itu terjadi tahun 2013. Selain Alex Tahsin, kasus itu juga menyeret Didi Rismunadi yang saat itu menjabat sebagai Kabid di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung.
 
Ia berperan mengurusi administrasi dan menandatangani surat pencairan anggaran proyek. Didi divonis hukuman 4 tahun penjara namun dikurangi di tingkat banding. Ia kini sudah menghirup udara bebas.
 
Sementara tersangka Alex Tahsin Ibrahim merupakan Wakil Sekretaris PN Bandung. Diduga ia menerima gratifikasi sebesar Rp 400 juta dari Olih. Olih sendiri ikut terjerat dan divonis bersalah serta diganjar hukuman 6 tahun penjara. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,