Joko Driyono Aktor Intelektual Rusak Bukti Pengaturan Skor

Joko Driyono Aktor Intelektual Rusak Bukti Pengaturan Skor

Polisi ungkap barang bukti yang disita dari apartemen Joko Driyono. (foto - ist)

Jakarta - Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono  sebagai aktor intelektual perusak bukti kasus dugaan pengaturan skor,  yakni dengan mempekerjakan 3 tersangka lainnya.  Bukti mengarah kepada Joko, setelah Satgas menggeledah apartemennya, pada Kamis 14 Februari.
 
Joko Driyono sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor, pada Jumat 15 Februari. Penggeledahan berawal dari keterangan 3 tersangka Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur.
 
Ketiga orang itu memasuki kantor Komdis PSSI (bekas kantor PT Liga Indonesia) yang berada di Jalan Rasuna Timur Menteng Atas Setiabudi Jakarta Selatan. Padahal, kantor itu telah disegel petugas dengan garis polisi (police line). Mereka mengaku merusak barang bukti berdasarkan perintah dari orang lain.
 
Dalam pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola, ketika tersangka itu mengaku melakukan pengambilan sejumlah dokumen. Antara lain video rekaman CCTV, ponsel dan laptop karena disuruh oleh seseorang.
 
"Diduga, sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dan bukti lainnya untuk mengungkap match fixing. Ini aktor intelektualnya saudara Joko," tegas Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, dalam jumpa pers di Mabes Polri Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).
 
"Ketiga orang tersangka tersebut hanya sebagai pesuruh. Ada yang sebagai driver pribadi, staf dan OB. Mereka itu, minggu kemarin ditetapkan tersangka. TKP yang dirusak sudah disegel sudah di police line, sudah jadi perhatian polisi," katanya.
 
Untuk itu, pihak kepolisian akan segera memeriksa Joko Driyono pada Senin 18 Februari mulai pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya. "Hari Senin itu (Joko Driyono) akan dimintai klarifikasi. Ia dipanggil untuk memberi keterangan dan klarifikasi tindak pidana, yang dilakukan oleh 3 orang pekan lalu," tambah Dedi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,