Suami Bunuh Istri dan anaknya dengan pisau dapur di Blitar

Suami Bunuh Istri dan anaknya dengan pisau dapur di Blitar

Korban langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. (foto - ist)

Blitar - Seorang  suami  di  Blitar  Jawa  Timur  tega  membunuh  istri  dan anaknya yang masih berusia tujuh bulan. Belum diketahui motif dari tindakan jahat pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku dan korban sempat terlibat cekcok, sebelum akhirnya terjadi penganiayaan yang berujung pembunuhan.
 
Korban Sri Dewi (29) yang dinikahinya 11 tahun lalu dan bayinya yang berusia 7 bulan warga, Dusun Sumbermanggis Desa Sumberurip Kecamatan Doko Kabupaten Blitar ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya, Sabtu 16 Februari malam.
 
Pihak kepolisian menangkap Nardian (38) suami korban, yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan tersebut. "Benar dua korban meninggal dunia," sebut Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin, Minggu (17/2/2019).
 
Sejauh ini, belum diketahui pasti motif dari pembunuhan tersebut. Berdasarkan informasi, kejadian bermula dari penganiayaan pelaku kepada korban. Kekerasan itu pun berujung pada kematian.
 
Setelah membunuh Nardi sempat melarikan diri. Begitu melihat istri dan anaknya tewas, ia langsung angkat kaki dari rumah. Namun polisi tidak butuh waktu lama untuk meringkusnya, Nardian pun langsung diamankan pihak kepolisian.
 
Sementara untuk keperluan otopsi, jenazah ibu dan anak tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi.  Menurut Burhanuddin, petugas masih terus mengembangkan penyelidikan dan penyidikan mengenai kasus itu. Polisi belum mengetahui motif di balik terjadinya pembunuhan sadis tersebut. "Kami masih melakukan penyidikan dan penyelidikan," katanya.
 
Berdasarkan keterangan Ketua RT 4 RW 5 Hariyono, dua hari sebelum kejadian pasangan itu memang sempat cekcok. Namun telah dimediasi oleh RT hingga mereka rukun kembali. "Saat itu istrinya bilang cemburu pada suaminya. Sementara si suami bilang, ia tertekan oleh keluarga besar istrinya," katanya.
 
Sementara menurut paman korban Ponidi (58) mengatakan, Nardian orangnya pendiam. Sebelumnya pasangan ini juga jarang bertengkar. Hanya saja, sekitar tiga bulan lalu korban memang diingatkan keluarga besarnya, terkait arisan kelompok tani di dusunnya.
 
"Sejak diingatkan soal arisan gapoktan itu dia memang gampang marah," kata Ponidi. Warga Blitar sendiri dikejutkan atas ulah Nardian yang tega membunuh istri dan anaknya. Padahal mereka sempat salat Isya berjamaah dan bercengkerama.
 
Namun, secara tiba-tiba ia membabi buta menusuk istrinya yang sedang menggendong anaknya. Setelah membunuh istri dan anak balitanya, Nardian melucuti seluruh pakaiannya lalu lari ke jalan desa dan mengumandangkan azan. (Jr.)**
.

Tags:,