Kadin Sayangkan Konstruksi Nasional Dikuasai BUMN

Kadin Sayangkan Konstruksi Nasional Dikuasai BUMN

Bambang Sujagad.(Foto:Net)

Jakarta - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Konstruksi dan Pertanahan Bambang Sujagad menyayangkan industri konstruksi nasional masih dikuasai oleh badan usaha milik negara, sehingga perusahaan daerah jauh tertinggal.

"Pasar konstruksi 77 persen dikuasai perusahaan pelat merah yang jumlahnya hanya 5 persen di seluruh Indonesia," katanya dalam Rakernas Bidang Konstruksi dan Pertanahan di Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Menurut Bambang, BUMN jasa konstruksi merupakan pihak yang paling siap menjelang diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Namun, kesiapan itu tidak sejalan dengan industri jasa konstruksi nasional secara keseluruhan yang kalah bersaing dengan perusahaan pelat merah.

Oleh karena itu, Bambang meminta kesempatan bagi putra daerah untuk bisa ikut masuk dalam proyek pembangunan nasional dengan anggaran di bawah Rp30 miliar.

"Jadi agar ada pemerataan, maka proyek pembangunan di bawah Rp30 miliar dari uang negara itu biar diberikan ke pengusaha lokal. Pasalnya pelat merah sudah siap bertarung di ASEAN sehingga bisa bersaing di lingkup dunia," ucaonya.

Menurut Bambang, usulan tersebut sebelumnya sudah disampaikan kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

"Pak SBY sudah setuju soal hal itu. Pak Djoko juga setuju. Makanya kali ini kami sampaikan lagi supaya bisa didengar pemerintah saat ini," tuturnya.

Pasar konstruksi nasional terus menggeliat dengan peningkatan yang cukup signifikan. Sejak 2012, omzet pasar konstruksi nasional mencapai Rp284 triliun. Kemudian pada 2013 naik menjadi Rp369 triliun dan pada 2014 diperkirakan mencapai Rp407 triliun.

Sesuai dengan visi misi pemerintah baru, Kadin memperkirakan pasar untuk jasa konstruksi akan tumbuh hingga 40 persen pada 2015. Terlebih karena cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia, dipastikan program pengembangan konstruksi maritim akan jadi peluang utama. (AY)

.

Categories:Nasional,