Suap Kalapas, Jaksa Tuntut Suami Inneke 5 Tahun Bui

Suap Kalapas, Jaksa Tuntut Suami Inneke 5 Tahun Bui

Suap Kalapas Sukamiskin, Fahmi Darmawansyah dituntut lima tahun bui. (foto - ist)

Bandung - Fahmi Darmawansyah, suami artis Inneke Koesherawati dituntut lima tahun penjara. Jaksa KPK menyatakan, Fahmi telah terbukti menyuap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, sehingga memuluskan dirinya pelesiran keluar lapas dan jual beli kamar lapas.
 
Fahmi dinyatakan bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat 1 Undang - Undang RI nomor 20/2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.
 
"Dakwaan primer telah dapat dibuktikan secara hukum. Menjatuhkan 5 tahun denda Rp 200 juta subsider enam bulan," sebut Jaksa Roy Riadi di Pengadilan Tipikor Bandung Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (20/2/2019).
 
Dalam pertimbangannya, untuk hal memberatkan terdakwa mengulangi perbuatannya telah melakukan tindak pidana suap. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa memiliki tanggungan istri dan anak.
 
Jaksa Takdir Suhan menambahkan, tindak pidana suap Fahmi kepada mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, dapat dibuktikan dengan pembuktian dari keterangan saksi dan alat bukti percakapan.
 
Dapat dibuktikan, telah memberikan mobil kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husein dan telah diterima langsung oleh Wahid Husein. Dengan demikian, telah terjadi pemberian melalui perantara, dalam persidangan dapat dibuktikan pula telah memberikan sepasang sepatu dan sejumlah uang," katanya.
 
Seperti diketahui, suami selebritis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah didakwa menyuap Wahid Husen agar dirinya mendapatkan fasilitas mewah kamar tahanan. Fahmi, napi menjalani masa hukuman di Sukamiskin atas kasus suap di Badan Keamanan Laut (Bakamla) selama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan sejak bulan Juni 2017. Hal itu berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di PN Jakarta Pusat.
 
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kresno Antowibowo menjelaskan, Fahmi yang dibantu oleh terdakwa lainnya, yaitu Andri Rahmat yang didakwa terpisah melakukan tindak pidana suap untuk kebutuhan dirinya di Lapas sejak April hingga Juli 2018.
 
"Terdakwa memberikan satu unit mobil double cabin atau senilai Rp 427 juta," tegas Kresna. "Selain mobil, ia juga memberikan barang mewah, berupa sepasang sepatu booth, sandal bermerk Kenzo, satu tas Clutch Bag merk Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta.
 
Jaksa menambahkan, Fahmi yang ditempatkan di kamar tahanan nomor 11 blok Timur, mendapat fasilitas jaringan TV kabel, AC, lemari es kecil, tempat tidur spring bed, furniture dan dekorasi interior hight pressure laminated. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,