Bos Lippo Group Billy Sindoro Dituntut Lima Tahun Penjara

Bos Lippo Group Billy Sindoro Dituntut Lima Tahun Penjara

Billy Sindoro dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis 21 Februari 2019. (foto - ist)

Bandung - Tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta, Billy Sindoro lima tahun penjara.
 
Billy Sindoro dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur di Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana atau dakwaan kedua.
 
"Menuntut, supaya majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menyatakan terdakwa bersalah melakuk‎an tindak‎ pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan kedua, menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun dikurangi masa tahanan dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan," sebut Jaksa KPK, I Wayan Riyana di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (21/2/2019).
 
Jaksa pun membacakan hal memberatkan dan meringankan terhadap bos Lippo Group itu. Hal yang memberatkan, Billy Sindoro tidak mendukung program pemerintah dan pernah dihukum karena kasus suap. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.
 
Sementara untuk terdakwa Henry Jasmen, jaksa KPK menyatakan Henry bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana dalam dakwaan kedua. Menurut jaksa, Henry Jasmen selama persidangan memberikan keterangan berbelit-belit.
 
"‎Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan," katanya. Untuk dua terdakwa lainnya, Fitradjaja Purnama dan Taryudi dituntut lebih rendah dari Billy Sindoro dan dan Henry Jasmen.
 
Jaksa menilai, Fitradjaja dan Taryudi meski perbuatannya tidak mendukung program pemerintah, keduanya belum pernah dihukum dan mengakui perbuatan dan menyesalinya. "Menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dan denda Rp 100 juta, untuk terda‎kwa Fitradjaja Purnama dan Taryudi," kata I Wayan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,