Tabur Bunga Memperingati tragedi TPA Sampah Leuwigajah

Tabur Bunga Memperingati tragedi TPA Sampah Leuwigajah

Seorang penari asal Thailand menaburkan bunga di lokasi longsor sampah Leuwigajah Cimahi. (foto - ant)

Cimahi - Memperingati  tragedi longsor Tempat Pembuangan Akhir  (TPA)  sampah Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, warga Kampung Adat Cireun­deu melakukan tabur bunga,  Kamis (21/2/2019).
 
Upacara tabur bunga tersebut berlangsung di bekas lokasi longsor, yang terjadi pada 14 tahun lalu. Bencana itu menimbun perkampungan penduduk yang menyebabkan ratusan korban meninggal dunia.
 
Untuk mengenang peristiwa itu, setiap tanggal 21 Februari pemerintah menetapkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Dengan membawa karangan bunga dan air yang ditempatkan pada sebatang bambu, warga Adat Cireundeu yang berpakaian serba hitam duduk bersimpuh tepat di lokasi bekas TPA Leuwigajah.
 
 
 
Suara alat musik Sunda pun bertalu-talu mengiringi prosesi mengenang tragedi Leuwigajah. Mereka memanjakan doa untuk para korban tragedi sampah. Warga adat menaburkan bunga dan menyiramkan air di sekitar bekas longsor sebagai simbol TPA Leuwigajah harus difungsikan sebagai mata air warga.
 
Sedikit berbeda pada peringatan tragedi TPA Leuwigajah kali ini. Seorang gadis dengan postur semampai tampak gemulai menari saat pelaksanaan prosesi tabur bunga. Gerakan itu merupakan aksi teatrikal yang dilakukan gadis asal Thailand tersebut.
 
Panitren Kampung Adat Cireundeu Asep Abas menyatakan, tradisi ini sebagai peringatan kepada umat manusia agar kejadian serupa tidak terulang. "Sampah perlu dikelola dengan baik agar tidak mencelakai masyarakat. Musibah itu jadi bagian dari sejarah peradaban manusia,” katanya. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,