ITB Tembus 200 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Asia Pasifik

ITB Tembus 200 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Asia Pasifik

Kampus ITB di Jalan Ganesha Bandung. (foto - itb)

Bandung - Institut  Teknologi  Bandung  (ITB)  masuk  dalam  200  besar  perguruan tinggi terbaik Asia - Pasifik versi Times Higher Education (THE) tahun 2019. Sementara di tingkat Indonesia, ITB masuk perguruan tinggi terbaik kedua.
 
Dalam keterangannya Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. Terutama kepada pemerintah lewat Kemenristekdikti yang telah memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, baik dana maupun kebijakan yang mendukung world class university.
 
"Kami juga berterima kasih kepada kawan-kawan internal di ITB karena berkat kerja keras semua ini bisa terwujud," sebut Kadarsah Suryadi. Menurutnya, tujuan utama majunya perguruan tinggi bukan hanya diukur dari ranking, tapi dari perbaikan berkelanjutan. "Semoga semua perguruan tinggi di Indonesia maju bersama-sama, dengan semangat world class university dan continuous improvement," katanya, Sabtu (23/2/2019).
 
THE juga merilis pemeringkatan dalam bidang emerging economies. ITB berada di ranking 164 di Asia-Pasifik. Metodologi pemeringkatan yang digunakan THE mempertimbangkan aspek citations (30 persen), industry income (2,5 persen), international outlook (7,5 persen), research (30 persen), teaching (30 persen).
 
Berdasarkan pemeringkatan QS University Ranking 2019, ITB berada di rangking 359 dunia dan menjadi terbaik kedua di Indonesia. Pada skala Asia menurut QS World, ITB berada di ranking 73. Dilihat dari ranking by subject, ITB berada di ranking 51 - 100 untuk Art & Design, dan berdasarkan Graduate Employability Ranking berada di peringkat 301 - 500.
 
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Kemitraan ITB Bambang Riyanto Trilaksono mengatakan, capaian yang diperoleh menantang ITB untuk terus meningkatkan peringkatnya baik di tingkat Asia maupun dunia.
 
Bambang menjelaskan, dalam melakukan pemeringkatan THE dan QS World Ranking memiliki metodologi yang sedikit berbeda meski memiliki kesamaan. Kesamaan yang menonjol produktifitas dan kualitas dari riset dan publikasinya, sitasi, jumlah mahasiswa asing dan jumlah dosen asing.
 
Kriteria atau metodologi itu dipelajari ITB untuk melakukan inisiatif melaksanakan suatu program, yang mendukung pencapaian pemeringkatan. "Misalnya, kami melakukan program mengundang mahasiswa dari luar negeri untuk tinggal di ITB selama 2-3. Kami juga mengundang ilmuwan dari luar negeri untuk tinggal di ITB dan melakukan riset bersama dosen ITB," katanya.
 
Menurutnya, saat ini ITB melakukan hibah riset kolaboratif dengan tiga kampus lain yaitu IPB, UGM, dan Unair. Riset kolaboratif diharapkan mampu meningkatkan publikasi jurnal Q1 dan meningkatkan sitasi ITB.
 
"Kami punya berbagai program untuk meningkatkan peringkat kami, tapi yang lebih fundamental daripada tujuan meningkatkan rangking untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi itu sendiri. Jadi, bukan semata-semata untuk ranking tapi ingin meningkatkan kualitas," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,