Kebakaran Pasar Mandiraja Banjarnegara hanguskan 321 los

Kebakaran Pasar Mandiraja Banjarnegara hanguskan 321 los

Kebakaran Pasar Mandiraja di Kabupaten Banjarnegara Jateng. (foto - ist)

Banjarnegara - Sedikitnya  321  los  pedagang  yang  berada  di  Pasar  Mandiraja  Kabupaten  Banjarnegara Jateng hangus setelah kebakaran yang melanda pasar tersebut, Minggu 3 Maret 2019 malam sekitar pukul 23.30 WIB.
 
Berdasarkan informasi, kobaran api pun baru bisa dipadamkan sejumlah petugas, pada Senin (4/3/2019) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Kepala Desa Mandiraja Sofyan mengatakan, awalnya warga melihat kepulan asap dari dalam pasar.
 
Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga langsung bergotong royong untuk memadamkan kobaran api. "Namun karena api cepat membesar dan sulit dipadamkan, karena di dalam pasar banyak barang-barang yang mudah terbakar disertai angin kencang," katanya.
 
Untuk memadamkan api, sedikitnya diterjunkan 10 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo serta Banyumas. Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 321 los pedagang ludes. "Sebagian besar kondisi pasar tersebut ludes terbakar. Di Pasar Mandiraja ada 321 los yang kesemuanya terbakar," katanya.
 
Ia menduga, kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik. Sebab, biasanya pedagang sudah pulang dari pasar sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan demikian, saat terjadi kebakaran kondisi pasar sudah kosong.
 
"Untuk lebih pastinya kami menunggu penyelidikan pihak kepolisian. Sedangkan untuk korban jiwa tidak ada hanya semua los ludes terbakar," tegas Sofyan.
 
Seperti diketahui, Pasar Mandiraja yang berada di Jalan Raya Mandiraja Banjarnegara luluh lantak dilalap si jago merah. Api nyaris membakar semua bangunan kios, los dan seluruh barang  milik pedagang.
 
Kompleks pasar tersebut kini hanya menyisakan puing bangunan. Petugas pemadam berjibaku sejak Minggu malam hingga Senin pagi untuk memadamkan api. Api pun baru bisa benar-benar padam setelah enam jam berkobar.
 
Sementara itu, Kepala BPBD Banjarnegara Arief Rachman mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah kios dan kerugian akibat kebakaran itu. "Kami minta bantuan mobil pemadam kebakaran dari Purbalingga, Banyumas dan Wonosobo untuk membantu proses pemadaman," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,