2 Mucikari Vanessa Angel Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri

2 Mucikari Vanessa Angel Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri

Dua mucikari Vanessa Angel dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya. (foto - ist)

Surabaya - Tersangka  dua  mucikari  terkait  kasus  prostitusi  online  dilimpahkan  tahap  II  ke  Kejari  Surabaya. Dua mucikari tersebut yakni Endang Suhartini atau Siska (ES) dan Tentri Novanta (TN), dilimpahkan pihak kepolisian beserta barang bukti.
 
Kedua mucikari Vanessa Angel dan Avrielliea Shaqqila tersebut tiba di Kejari Surabaya sekitar pukul 13.20 WIB. Tanpa mengenakan baju tahanan, keduanya didampingi oleh penyidik dari Polda Jatim dengan membawa sejumlah berkas.
 
Pada awalnya kedua mucikari itu keluar dari mobil Honda Jazz bernopol L 451 VJ secara santai. Namun ketika melihat awak media, keduanya langsung menundukkan kepala hingga digiring masuk ke kantor Kejari Surabaya.
 
Kedua mucikari itu tak berkomentar, langsung masuk ke salah satu ruangan di Kejari Surabaya. Kuasa Hukum TN, Heru Suprayitno membenarkan jika pelimpahan tahap II di Kejari Surabaya adalah sudah sempurna.
 
"Tanggal 6 ini merupakan tenggat terakhir, untuk perpanjangan masa tahanan kepolisian. Keduanya dibawa ke Kejati untuk diproses admin, kemudian dibawa ke Kejari Surabaya dan sore harinya  diantarkan ke Rutan Medaeng," tegas Heru.
 
Sejauh ini, kedua tersangka itu masih menjalani pemeriksaan di Kejari Surabaya. EN dan TN disangkakan melanggar UU ITE Pasal 27 dan 45, 296 dan 506 terkait dengan penyedia jasa prostitusi baik secara elektronik maupun konvensional.
 
Seperti diketahui, kegiatan prostitusi online itu sendiri yang melibatkan oknum artis tersebut, sudah berlangsung sejak tahun 2017. Dari hasil pengembangan Tim Penyidik, ada sekitar 45 oknum artis dan model yang terlibat langsung dalam prostitusi online itu, di bawah kendali dua orang mucikari usmh memiliki tugas masing-masing.
 
Tersangka EN berperan sebagai penghubung langsung penyedia artis, sedangkan tersangka TN sebagai penghubung artis model. Jaringan prostitusi online itu  cukup besar dengan tarif mulai dari Rp 25 juta, Rp 50 juta, Rp 80 juta dan hingga lebih Rp 100 juta, sesuai tingkat kepopuleran oknum artis itu sendiri.
 
Seluruh transaksinya dilakukan secara online, baik perjanjian maupun pembayarannya dengan uang muka 30 persen dan sisanya setelah bertemu. Sementara untuk pembagiannya masing-masing 25 persen dibagi tiga dan sisanya dibagi ke tim.
 
Dari 45 oknum artis yang terlibat prostitusi online, dua orang oknum artis sudah dilakukan pemeriksaan. Sedangkan untuk 43 oknum artis lainnya rencananya akan dipanggil satu per satu, berdasarkan bukti yang dimiliki. Antara lain foto maupun bukti transaksi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,