Istri Mandala Shoji Temui Amien Rais Adukan Nasib Suami

Istri Mandala Shoji Temui Amien Rais Adukan Nasib Suami

Maridha Deanova Safriana. (foto - ist)

Jakarta - Maridha Deanova Safriana,  istri  Mandala  Shoji  datangi  Seknas Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Nova meminta pertolongan ke Amien Rais, terkait kondisi suaminya yang dipenjara karena kasus pidana pemilu.
 
Nova pun mendatangi Amien Rais seusai acara setelah mengikuti Amien hingga ke mobil. "Pak Amien, ini istrinya Mandala, caleg PAN yang dipenjara," kata salah seorang wanita mendampingi Nova di Seknas Prabowo-Sandi Menteng Jakpus, Selasa (12/3/2019).
 
"Nanti ya saya lihat laporannya dulu," jawab Amien. Menurut Nova, maksud kedatangannya mengadu ke Amien Rais untuk meminta pertolongan. Sebab, kasus yang menjerat suaminya tersebut dirasa tidak adil.
 
"Mau minta tolong Pak Amien Rais, suamiku kan pembagian umrah tapi belum ada yang umrah. Belum ada nilai moneternya. Yang sudah sudah jelas bagi-bagi minyak, bagi-bagi sembako, bagi-bagi beras dan bagi gerobak, nggak ada yang dipenjara. Suamiku yang belum ada nilai moneternya dipenjara. Itu tak sih," aku Nova.
 
Ia juga mempertanyakan putusan hakim pengadilan, yang memvonis suaminya tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta. Nova menjelaskan, sejauh ini suaminya tidak terbukti melakukan pelanggaran pemilu.
 
"Katanya Bu Elza mau menuntut hakim ke KY, karena keputusannya nggak seperti itu. Seharusnya kalau demi keadilan yang udah jelas bagi-bagi dan ada nilai moneternya juga dipenjara. Bukan suami saya yang dipenjara, padahal belum ada satu pun yang umrah," katanya.
 
Nova mengaku, sudah mengadu ke Waketum Gerindra Fadli Zon dan cawapres Sandiaga melalui BPN Prabowo - Sandiaga. Ia juga mengaku akan mengatur jadwal ulang untuk berkomunikasi dengan Amien Rais. "Ini hukum tebang pilih," tegas Nova.
 
Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakpus memvonis Mandala Shoji bersalah melanggar aturan pemilu terkait membagi-bagikan kupon umrah. Mandala Shoji divonis hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara.
 
Sementara pengajuan banding Mandala ke pengadilan tinggi pun ditolak. Pengadilan Tinggi DKI memutuskan menguatkan putusan PN Jakpus. Tak ada upaya hukum lain karena UU Pemilu Nomor 7/2017 mengatur putusan pengadilan tinggi, sebagai putusan terakhir dan mengikat sebagaimana Pasal 482 ayat 5. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,