Istri Terduga Teroris di Sibolga Ledakkan Diri dengan 3 Anak

Istri Terduga Teroris di Sibolga Ledakkan Diri dengan 3 Anak

Ledakan bom beruntun di sekitar rumah terduga teroris di Sibolga panikkan warga sekitar. (foto - ist)

Sibolga - Istri  terduga  teroris  Husain  alias Abu Hamzah alias Upang akhirnya meledakkan diri hingga tewas bersama tiga orang anaknya, yang berada di dalam rumah. Ia meledakkan diri setelah menolak untuk menyerahkan diri, Rabu (13/3/2019) dinihari pukul 01.20 WIB.
 
Berdasarkan keterangan Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, pihaknya telah berusaha untuk membujuk istri Abu Hamzah untuk menyerahkan diri. "Kami prihatin atas kejadian di Sibolga," katanya.
 
"Kita sudah melakukan imbauan secara persuasif dan juga negosiasi sekitar 10 jam. Tidak henti-hentinya terus mengimbau kepada pihak keluarga, yakni istri terduga pelaku terorisme AH untuk menyerahkan diri," katanya.
 
Dedi menjelaskan, imbauan dilakukan karena di situ ada anak-anak. Namun imbauan tersebut tidak menggoyahkan ideologi istri terduga teroris AH, yang memang informasi dari suaminya jauh lebih keras terpapar oleh paham Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).
 
"Sekitar pukul 01.30 WIB dinihari, yang bersangkutan meledakkan diri hingga tewas bersama anak-anaknya," tegas Dedi. Tim langsung melakukan sterilisasi di sekitar lokasi, dan Labfor dan Inafis langsung melakukan olah TKP.
 
"Kita belum berani masuk secara kedalam rumah karena diduga masih ada benda-benda yang diduga bom, yang bisa membahayakan keselamatan dari pada aparat sendiri. Kita masih menunggu update lebih lanjut," tambahnya.
 
"Kita duga dia menggunakan bom rakitan bom lontong. Kita masih menunggui perkembangan lebih lanjut dari lapangan," kata Dedi Prasetyo. Bom itu merupakan bom rakitan dari pipa paralon, yang berisikan berbagai bahan berbahaya.
 
Isinya antara lain potasium, paku, baut dan pecahan kaca. Sebelumnya, bom jenis yang sama ditemukan dari terduga teroris di Lampung, R alias P yang berhasil diamankan pekan lalu. "Di Lampung kita juga menemukan jenis bom yang sama, cuma bom yang di Lampung tidak sebanyak yang kita temukan di sini," katanya.
 
Sementara itu,  Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto menyatakan, jasad yang dievakuasi merupakan potongan tubuh yang terlempar hingga 70 meter dari lokasi. "Jasad anaknya belum terlihat, kalau potongan tubuh istrinya ada," ungkapnya.
 
Seperti diketahui, istri Abu Hamzah itu diimbau menyerahkan diri setelah suaminya ditangkap pada pukul 14.23 WIB Selasa 12 Maret 2019. Tokoh masyarakat juga dilibatkan untuk membujuk dan bernegosiasi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,