Penembakan di Sekolah Brasil 6 Pelajar & 2 Karyawan Tewas

Penembakan di Sekolah Brasil 6 Pelajar & 2 Karyawan Tewas

Polisi siaga di sekitar Raul Brazil School setelah terjadi penembakan. (foto - Reuters)

Sao Paulo - Penembakan  brutal  terjadi di  sebuah  sekolah di Brasil mengakibatkan sedikitnya 10 orang tewas dalam aksi tersebut. Ke-10 orang tewas itu yakni 6 pelajar sekolah dasar, 2 karyawan sekolah dan 2 pelaku tewas bunuh diri.
 
Pelaku penembakan merupakan pria berusia berkisar 20 - 25 tahun. Polisi menyatakan, keduanya juga menembak hingga tewas pekerja cuci mobil di sekitar sekolahan tersebut, sebelum melakukan aksinya di sekolah Raul Brasil.
 
Lebih dari 1.000 anak berusia antara 11 dan 15 tengah berada di sekolah itu, saat aksi penembakan terjadi. Sebanyak 17 orang lainnya kebanyakan anak-anak juga ditembak dan terluka. Beberapa dari mereka dalam kondisi serius, yang belum diketahui motif penembakan itu.
 
Komandan pasukan polisi di negara bagian Sao Paulo, Marcelo Salles mengatakan lebih dari tiga dekade pengabdiannya, ia belum pernah menyaksikan aksi penembakan sebrutal ini. "Saya belum pernah melihat yang seperti ini, itu adalah kejahatan brutal," sebut Salles.
 
Dilansir Reuters, Rabu (13/3/2019) Salles mengatakan, orang-orang bersenjata itu menggunakan setidaknya satu pistol kaliber 38 dengan bom rakitan dan panah otomatis. Polisi tiba 8 menit setelah penembakan terjadi, dan menemukan pelaku sudah bunuh diri.
 
Sebuah video yang diambil selama penembakan dan ditayangkan oleh Globo TV menunjukkan, anak-anak panik menjerit ketakutan. Mereka tampak berlarian dan meminta pertolongan ketika suara tembakan terdengar di sekitar.
 
Kamera CCTV dari rumah yang terletak di sekitar sekolah pun menunjukkan, anak-anak memanjat dan berusaha melompati pagar yang mengelilingi gedung sekolah. Mereka berlarian ke jalanan dan meminta pertolongan.
 
Menurut polisi, dua pelaku yang diduga bukan mantan pelajar di Raul Brasil memasuki gedung, dan mulai menembaki sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Penembakan juga terjadi di sebuah tempat yang berjarak 500 meter di sekolah. Namun polisi masih belum memastikan apakah dua penembakan itu saling berhubungan.
 
Gubernur Sao Paulo, Joao Doria mengaku terkejut atas aksi penembakan tersebut. Ia mengatakan, aksi penembakan itu merupakan hal yang paling menyedihkan yang pernah ia saksikan.
 
"Solidaritas kami kepada keluarga korban. Aku terkejut dengan pemandangan yang kulihat di dalam sekolah tersebut. "Itu sebagai hal yang paling menyedihkan yang pernah kulihat dalam hidupku," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,