Lebih 100 sekolah diliburkan akibat Paparan limbah Beracun

Lebih 100 sekolah diliburkan akibat Paparan limbah Beracun

Sejumlah korban dirawat di beberapa rumah sakit Malaysia akibat terkena akibat paparan limbah kimia. (foto - Bernama)

Kuala Lumpur - Pemerintah  Malaysia  meliburkan 111  sekolah  setelah  lebih  200 siswa dan guru menderita sakit karena keracunan limbah kimia. Limbah tersebut diduga dibuang ke sungai dekat sekolah sepekan lalu.
 
Sejumlah sekolah yang diliburkan berlokasi di Kota Pasir Gudang, dekat wilayah selatan Malaysia yang berbatasan dengan Singapura. Sejauh ini, belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas pembuangan limbah kimia itu.
 
Seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (14/3/2019) sebuah truk diyakini membuang limbah kimia di selatan Negara Bagian Johor pekan lalu. Limbah beracun tersebut menyebabkan warga dan siswa sekolah mengalami gejala mual dan muntah-muntah.
 
Sementara kantor berita Bernama melaporkan, sejauh ini sekitar 500 orang mengalami sakit yang sebagian besar anak sekolah dan mereka dirawat tersebar di 160 rumah sakit. Belum diketahui jenis limbah apa yang meracuni daerah di kota industri itu.
 
Menteri Pendidikan Maszlee Malik mengumumkan, 43 sekolah ditutup meski jumlahnya terus bertambah. "Kementerian Pendidikan memutuskan menutup 111 sekolah di Pasir Gudang sesegera mungkin," kata Maszlee. "Kementerian Pendidikan meminta semua pihak untuk waspada".
 
Sementara itu, dalam laman Facebooknya Maszlee sempat mengatakan, situasi saat ini "semakin kritis". Menteri Kesehatan Dzulkifly Ahmad juga mengimbau, warga untuk mengambil langkah pencegahan seperti memakai masker.
 
"Hindari daerah yang terkena limbah dan segera berobat jika mengalami gejala mual, sulit bernapas, muntah, sakit mata,dan sakit dada," tegasnya. Sejauh ini, pihak kepolisian setempat sudah menangkap tiga orang yang terlibat pembuangan limbah itu.
 
Salah seorang di antara mereka akan segera diadili, dan terancam hukuman lima tahun penjara jika mereka terbukti bersalah. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,