Bule Perancis Edarkan Narkoba Ditangkap Polresta Denpasar

Bule Perancis Edarkan Narkoba Ditangkap Polresta Denpasar

Polresta Denpasar tangkap bule Perancis pengedar narkoba. (foto - ist)

Denpasar - Polresta Denpasar menangkap seorang pria warga negara asing (WNA) asal Perancis bernama Samuel Pierre Danguny (44), yang menjadi pengedar narkoba di wilayah Denpasar Bali.
 
Pria yang berprofesi sebagai konsultan pertamanan itu ditangkap polisi, karena kerap melakukan transaksi narkoba di Jalan Danau Tondaru, Banjar Dangin Peken Denpasar Selatan.
 
"Kita berhasil mengungkap kasus itu berdasarkan informasi dari masyarakat, di TKP yang bersangkutan sering melakukan transaksi narkoba," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan di Mapolresta Denpasar, Senin (18/3/2019).
 
Mengenai kronologis penangkapan, pada Jumat 15 Maret sekitar pukul 18.30 Wita polisi melakukan penyelidikan dan melihat tersangka di TKP. Polisi menangkap tersangka dan menggeledah, tapi tidak ditemukan barang bukti. Lalu polisi membawa tersangka ke vila yang tidak jauh dari TKP.
 
Saat polisi melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti, berupa 6 paket ganja dengan berat bersih 32.89 gram, 2 paket hasis dengan berat bersih 15,83 gram dan 1 paket sabu dengan berat bersih 0,52 gram. Selain itu ditemukan puluhan plastik klip dan timbangan elektronik.
 
"Berdasarkan pengakuan tersangka, barang itu miliknya yang didapatkan dari seseorang di Gili Air Lombok NTB, dengan cara membeli secara langsung di tempat," kata Kapolresta.
 
Modus operandi tersangka membeli narkotika seharga Rp 8.700.000, dengan cara menggunakan perahu dari Padang Bai Kabupaten Karangasem Bali ke Gili Air Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Lalu dibawa kembali ke Bali dan disimpan di kamar vila yang dikontraknya.
 
"Tujuan Ke Bali liburan. Kita masih melakukan pendalaman dijual ke siapa dan penjualnya. Barang itu akan diedarkan di wilayah Bali tapi masih kita selidiki. Tersangka sudah sejak November 2018 berada di Bali," tegas Kapolresta.
 
Tersangka dijerat dengan Pasal 112 (1) Undang-undang RI nomor 35, tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun dengan denda Rp 800 juta sampai Rp 8 miliar. (Jr.)**
.

Tags:,