Hakim Tolak Eksepsi Habib Bahar bin Smith

Hakim Tolak Eksepsi Habib Bahar bin Smith

Sidang terdakwa Habib Bahar bin Smith di Gedung Arsip dan Perpustakaan Jalan Seram Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung Edison Muhammad memutuskan, pengadilan menolak nota keberatan atau eksepsi  peradilan kasus penganiayaan anak di bawah umur dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith.
 
Edison mengungkapkan itu dalam putusan sela di Gedung Arsip dan Perpustakaan Jalan Seram Kota Bandung, Kamis (21/3/2019). Putusan sela memutuskan eksepsi tim penasihat hukum Habib Bahar ditolak dan sidang dilanjutkan di Bandung.
 
"Menyatakan dakwaan jaksa dapat dijadikan dasar pemeriksaan Bahar bin Smith memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan," sebut Edison.
 
Diketahui, nota keberatan disampaikan kubu Bahar secara umum terdiri atas lima poin. Pertama, menyatakan Pengadilan Negeri Bandung tidak berwenang mengadili kasus tersebut, karena tempat kejadian atau locus delicti berada di Bogor.
 
Menurut kuasa hukum Habib Bahar, Munarman yang berhak mengadili adalah PN Bogor karena lokasi pidana di sana. "Ini tidak sesuai dengan locus delicti-nya," kata Munarman.
 
Kedua, kubu Bahar menyatakan dakwaan JPU tidak jelas merincikan peran terdakwa dan luka korban, sehingga dianggap batal demi hukum. Ia juga mempertanyakan perubahan surat dakwaan hingga terlambat diberikan oleh JPU. Sesuai ketentuan surat dakwaan bisa diubah sebelum hakim menentukan jadwal sidang.
 
Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith didakwa pasal berlapis atas kasus penganiayaan anak di bawah umur, Cahya Abdul Jabar dan Muhamad Khoerul Umam Al Mudzaqi. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,