KPK Dalami Jatah Menpora Rp 1,5 Miliar di Sidang Suap KONI

KPK Dalami Jatah Menpora Rp 1,5 Miliar di Sidang Suap KONI

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (foto - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami munculnya nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, salah satu yang masuk dalam daftar pejabat penerima uang sebesar Rp 1,5 miliar.
 
Hal itu diungkap Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Suradi, dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/3/2019).
 
"Di persidangan ranah pengujiannya. Nanti kami melihat fakta-faktanya yang muncul dalam persidangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Menurutnya, ada catatan keuangan atau catatan dokumen yang disita oleh penyidik sebelumnya, dan kemudian diverifikasi dalam proses pemeriksaan terkait perkara tersebut.
 
Dengan adanya hal tersebut lanjut Febri, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) ingin melakukan klarifikasi secara langsung dalam proses meja hijau kepada sejumlah saksi terkait dalam kasus tersebut.
 
"Tentu proses ini masih berlanjut nanti kami lihat lebih lanjut bagaimana fakta-fakta tersebut, apakah terverifikasi dengan keterangan saksi atau bukti yang lain. Atau juga apakah catatan itu juga sudah direalisasikan atau belum atau masih sebagai catatan, nanti kami lihat di persidangan," tegas Febri.
 
Dalam sidang Kamis, Suradi sebelumnya mengaku diminta membuat daftar oleh Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, berisi uang bagi para pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KONI, termasuk jatah untuk Menpora Imam Nahrawi sebesar Rp 1,5 miliar.
 
"Itu inisial M Rp 1,5 miliar dalam pemahaman saya menteri, karena didiktekan ke saya hanya inisialnya saja," kata Suradi saat bersaksi dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,