Warga Cibinong gerebek kontrakan diduga praktik Prostitusi

Warga Cibinong gerebek kontrakan diduga praktik Prostitusi

Kontrakan di kawasan Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor diduga tempat prostitusi online libatkan anak di bawah umur. (foto - ist)

Bogor - Warga  Pakansari  Kecamatan  Cibinong  melakukan   penggerebekan  di  lokasi  diduga  tempat  praktik  prostitusi daring (online), pada Rabu 20 Maret dinihari. Sedikitnya sembilan remaja diamankan dalam penggerebekan tersebut.
 
"Benar waktu tengah malam sekitar pukul 00.30 WIB, para pemuda Karang Taruna sini menggerebek rumah kontrakan, yang diduga adanya praktik prostitusi secara online melalui pesan instan media sosial," kata Yosi, warga Kampung Cikempong, Jumat (22/3/2019).
 
Menurutnya, awal mula terjadinya penggerebekan sekelompok ABG itu, berawal dari kecurigaan pemuda Karang Taruna setempat, atas aktifitas di salah satu rumah kontrakan milik warga setempat berinisial SG.
 
"Awalnya anak mantan ketua RW sini memancing salah satu ABG perempuan itu melalui pesan instan medsos. Saat itu, anak mantan orang nomor satu di wilayah ini sudah ada kesepakatan akan memakai jasa salah satu ABG perempuan itu, dengan tarif Rp 700 ribu untuk sekali kencan," katanya.
 
Ketika digerebek, ada tujuh laki-laki,di antaranya berinisial DG (14), RR (19), RZ (15), HM (15), RH (15), RA (14) dan MR (14) serta dua perempuan, yakni SK (15) dan DR (16).
 
Ia menjelaskan, keseluruhan ABG itu seluruhnya diminta untuk memanggil orangtua dan diberikan arahan tentang pergaulan anaknya di luar rumah. Pihak orangtua juga diminta membuatkan surat pernyataan untuk pertanggungjawaban.
 
Sementara itu, Kapolsek Cibinong Kompol Prasetyo membenarkan peristiwa pemeriksaan olah warga tersebut. menurutnya, pemeriksaan itu inisiatif warga yang menaruh curiga atas adanya aktivitas sekelompok remaja di salah satu rumah kontrakan.
 
Namun demikian lanjut Kapolsek, untuk mengarah ke praktik prostitusi polisi tidak menemukan barang bukti. Berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi, para remaja (ABG) tersebut datang karena diminta untuk menunggui rumah.
 
"Bukan penggerebekan hanya warga mencurigai salah satu rumah di mana banyak anak muda berkumpul. Setelah dilakukan pengecekan ternyata teman-teman dari yang disuruh untuk menunggu rumah," kata Pras.
 
Karena semua yang berada di lokasi masih di bawah umur lanjut Pras, maka orangtua masing-masing anak tersebut dipanggil. "Mengenai info prostitusi online hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya bukti yang mengarah ke sana, dan pengecekan di rumah itu tidak ditemukan adanya tindak pidana," tegas Pras.
 
Ia pun mempersilakan, kepada warga yang mempunyai barang bukti dan dapat menguatkan dugaan prostitusi agar melapor kepada polisi. Polisi pun sepakat jika praktik prostitusi harus dihilangkan khususnya terhadap kaum remaja. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,