Siswa Siswi EGS Tampil di Teater Musikal Walisongo

Siswa Siswi EGS Tampil di Teater Musikal Walisongo

Siswa SMA Edu Global School (EGS) tampil dalam Teater Musikal Walisongo di aula Dago Tea House Bandung. (foto - Desya Ismya NG)

Bandung Teater Musikal Walisongo "The Emperor of Gunung Jati" merupakan salah satu projek acara yang dipersembahkan oleh Sensyar’i. Pementasan itu merupakan cara alternatif untuk menyebarkan pendidikan sejarah Islam kepada masyarakat, terutama untuk orang yang ingin mengenal Islam lebih dalam.
 
Pementasan tersebut berlangsung di Aula Teater Tertutup Dago Tea House Bandung, pada 23 Februari lalu. Hampir satu studio aula pementasan penuh dengan penonton, mulai dari kalangan anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. Pementasan itu pun diadakan 3 sesi, yaitu pukul 10.00, 14.00 dan 16.00 WIB.
 
Teater musikal itu tidak hanya diperankan oleh anggota Sensyar’i, namun juga non-anggota yang ikut tampil. Dua di antaranya siswa dan siswi SMA Edu Global School (EGS), yang merupakan anggota dari ekstrakulikuler teater di EGS. Yakni Abdullah Mu’adz Nadzir Azhar (Mu’adz) dan Rosyada Amal (Oca).
 
"Kami senang bisa tampil di acara teater musikal ini, sebagai pengalaman berharga banget," kata Mu’adz saat ditanya kesannya menjadi salah satu pemeran di pementasan itu. "Kita jadi nggak cuma punya temen di sekolah, tapi juga punya temen yang beda umurnya. Misalnya, kayak yang udah kuliah dan udah kerja. Pokoknya jadi nambah pengalaman dan temen baru. Rame banget deh," kata Oca menambahkan.
 
Sementara itu Subakah Abdul Aziz (Cuba), Pimpinan Produksi Teater Musikal Walisongo sekaligus Coach Teater EGS menyatakan, rasanya mereka bangga bisa tampil memperlihatkan yang terbaik, mainnya optimal, bahkan menutupi para pemain profesional yang lainnya. "Mereka kayak bukan baru kemarin latihan, tapi udah bener-bener menunjukkan kapasitasnya dalam teater,"kata Subakah Abdul Aziz.
 
Selain itu, ada beberapa bintang tamu yang ikut tampil dalam pementasan itu. Antara lain Adhien Jazaka, selaku pemeran utama sebagai Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, Dodi Hidyatullah sebagai Cakrabuana atau Uwa dari Sunan Gunung Jati yang juga ikut menyebarkan agama Islam di Tanah Pasundan, serta Ray Syahreza sebagai Sri Baduga Maha Raja Prabu Siliwangi.
 
Dari teater musikal itu, kita bisa melihat bagaimana cara Islam masuk ke Indonesia, terutama ke Tanah Pasundan. Perjuangan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati tidak mudah dalam menyebarkan Islam, mengingat berbenturan dengan Kerajaan Padjadjaran dan kepercayaan tertentu pada saat itu. (Desya Ismya NG)**
.

Categories:eduglobal,
Tags:,