Penyelundupan Ratusan Ekor Benih Ikan Arwana Digagalkan

Penyelundupan Ratusan Ekor Benih Ikan Arwana Digagalkan

Petugas KIPM KKP Entikong gagalkan penyelundupan ratusan ekor ikan arwana ke Malaysia. (foto - ist)

Jakarta - Penyelundupan ratusan ekor ikan arwana ke Malaysia berhasil digagalkan petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) KKP Entikong. Ikan itu dimasukkan dalam kantong plastik dan disimpan dalam tas pakaian.

"Hal itu modus agar petugas tidak mencurigai barang bawaan yang dikira hanya tas pakaian," kata Kepala Badan Karantina Ikan BKIPM KKP Rina dalam keterangannya, Sabtu (23/3/2019). 
 
Penyelundupan terungkap saat pemeriksaan atas muatan barang bagasi bus antarnegara di pintu PLBN Entikong, pada Jumat 22 Maret pukul 12.00. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan 12 kantong plastik berisi ikan arwana, terdiri atas 24 ekor ikan arwana jenis golden dan 187 ekor ikan arwana jenis banjar. 

Tim Penyidik Balai KIPM Entikong pun langsung memeriksa sopir bus berinisial Z dan BS. Bus tersebut diamankan sebagai barang bukti. Sedangkan ratusan benih ikan arwana diamankan di laboratorium basah Balai KIPM Entikong.

"Perlu dilakukan penanganan yang tepat di laboratorium terhadap benih ikan arwana ini agar tidak stress atau mati," tegas Rina. Ikan arwana (Scleropages formosus dan Sclerepages jardinii) termasuk jenis ikan purba yang belum punah.
 
Namun, ikan dengan nama lain siluk, kayangan, kalikasi hingga kelasa itu merupakan satwa langka di Indonesia. Habitat asli ikan arwana jenis Scleropages formosus adalah di Kalimantan, sedangkan Sclerepages jardinii punya habitat di Papua. 

"Ikan arwana merupakan jenis ikan yang dilindungi Undang-undang. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 21 tahun 2014, anak ikan arwana berukuran kurang dari 12 cm per ekor, dilarang keluar dari wilayah Indonesia," kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti. 

Susi mengatakan, penggagalan upaya penyelundupan membantu agar jenis ikan tersebut tidak punah. Ikan arwana jenis Scleropages formosus telah masuk dalam Red List International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), dan Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).
 
Dengan demikian, dilarang diperdagangkan kecuali hasil penangkaran (domestikasi). "Saya berharap ke depan tidak ada lagi yang memperjualbelikan benih ikan arwana. Tindakan tak bertanggung jawab itu sangat mengancam keberlanjutan spesiesnya di alam," tegas Susi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,