Terungkap Motif Pembunuhan Wanita dalam Terios di Gowa

Terungkap Motif Pembunuhan Wanita dalam Terios di Gowa

Staf Biro Administrasi Umum Universitas Negeri Makassar Siti Julaeha tewas dalam mobil Terios di Dusun Japing Kabupaten Gowa. (foto - ist)

Makassar - Kurang  dari  24  jam  setelah  kejadian,  Tim  Resmob  Polda  Sulawesi  Selatan  (Sulsel)  berhasil  mengungkap pelaku pembunuhan staf Biro Administrasi Umum (BAU) Universitas Negeri Makassar (UNM) Siti Julaeha (40).
 
Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Sabtu (23/3/2019), pelaku pembunuhan di Dusun Japing Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa itu ternyata tetangganya sendiri. Pelaku juga rekan kerja yang juga bekerja di perguruan tinggi negeri (PTN) yang sama.
 
"Kurang dari 24 jam anggota berhasil menangkap pelaku. Setelah dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), anggota kemudian bergerak dan akhirnya berhasil meringkus pelakunya," katanya.
 
Pelaku adalah pegawai di UNM Makassar berinisial JW. Ia diringkus setelah mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara bersama kolega dan kerabat dan lainnya. Ia seakan mengelabui petugas, agar aksinya tidak diketahui.
 
Kombes Dicky menyatakan, pelaku tidak menyangka akan langsung diringkus di RS Bhayangkara, setelah melihat jenazah korban Siti Julaeha. Anggota Resmob yang sudah mendapatkan petunjuk dari hasil olah TKP, langsung meringkus pelaku.
 
"Pelaku datang ke rumah sakit ingin melihat jenazah korban. Saat itu banyak kolega, kerabat dan rekan kerjanya yang lain. Pelaku juga datang ke sana, tetapi anggota sudah mendapat petunjuk, sehingga dengan mudah diringkus," katanya.
 
Pelaku langsung yang dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel untuk diinterogasi. Pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban karena sakit hati. Menurutnya, korban yang sudah dianggap keluar terlalu jauh mencampuri urusan pribadi, keluarga bahkan rumah tangganya.
 
"Ini masih pengakuan awal dan motifnya masih akan didalami. Yang pasti pengakuan awalnya, ia nekat menghabisi nyawa korban karena merasa sudah terlalu jauh mencampuri urusan pribadi, pekerjaan dan rumah tangganya," tegas Dicky.
 
Seperti diketahui, Jumat 22 Maret sekitar pukul 08.30 Wita, warga Kompleks Perumahan Zarindah digegerkan setelah melihat seorang perempuan tewas, dengan kondisi leher terikat sabuk pengaman mobil.
 
Menurut penuturan sejumlah saksi, mereka melihat kejadian itu dengan mendatangi gudang BTN Zarindah, dan melihat mobil yang terparkir di dekat gudang dalam keadaan kaca pintu mobil sebelah kiri pecah. (Jr.)**
.

Tags:,