Ratusan Ribu Orang Unjuk rasa Memprotes Brexit di London

Ratusan Ribu Orang Unjuk rasa Memprotes Brexit di London

Unjuk rasa ratusan ribu orang memprotes Brexit di London. (foto - Reuters)

London - Ratusan  ribu  turun  ke  jalan di pusat  Kota  London menuntut digelarnya referendum baru, untuk menentukan keanggotaan Inggris di Uni Eropa (UE) saat para anggota parlemen mencari cara mengatasi kebuntuan dalam proses Brexit.
 
Penyelenggara kampanye "Put It To The People" menyatakan, lebih dari satu juta orang bergabung dalam pawai itu sebelum berkumpul di depan Parlemen. Para pengunjuk rasa yang membawa bendera dan plakat Uni Eropa, yang menyerukan agar segala kesepakatan Brexit diajukan ke pemungutan suara publik lainnya.
 
Sejumlah tokoh yang akan berbicara pada pawai itu. Antara lain Wakil Pimpinan Partai Buruh Tom Watson, Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon, Walikota London Sadiq Khan, mantan anggota Partai Buruh yang menjadi anggota parlemen independen Anna Soubry dan mantan Jaksa Agung Dominic Grieve. Mereka tokoh yang menyerukan perlunya diadakan referendum kedua terkait Brexit.
 
Dilansir BBC, Minggu (24/3/2019) tidak ada verifikasi independen terkait jumlah massa yang datang ke pawai itu. Namun, koresponden BBC Richard Lister mengatakan, demonstrasi sangat penuh sesak dan orang masih berdatangan ke parlemen lima jam setelah demonstrasi dimulai.
 
"Penyelenggara mengatakan demonstrasi ini dihadiri satu juta orang, sangat sulit untuk memverifikasi klaim semacam itu, tetapi ini adalah pawai yang sangat signifikan, yang datang bisa mencapai ratusan ribu,” kata Lister.
 
Pada Kamis, para pemimpin Eropa sepakat untuk menunda keluarnya Inggris dari UE. Perdana Menteri Theresa May berada di bawah tekanan untuk mundur setelah mengatakan, ia mungkin tidak akan membawa kesepakatan Brexitnya ke pemungutan suara ketiga oleh anggota parlemen.
 
Massa yang terus bertambah membawa atribut dengan warna UE, biru dan kuning. Banyak datang berkelompok, bersama keluarga, teman kolega dan kelompok politik mereka. Banyak orang datang berselimutkan bendera dan membawa tanda-tanda buatan sendiri, menampilkan slogan.
 
Mulai dari plesetan seperti- "Never Gide EU up" - hingga slogan politik - "Lupakan Ides Maret - Waspadalah dengan Brexit Mei". Ada juga yang dengan jelas memperlihatkan kemarahan mereka seperti slogan "Brexit adalah pengkhianatan".
 
Sementara itu, petisi online pemecah rekor di laman Parlemen yang menyerukan agar Brexit dibatalkan dengan mencabut Artikel 50, telah menarik lebih dari empat juta tanda tangan. Demonstrasi digelar menyusul pawai "March to Leave” yang dilakukan oleh kubu pro-Brexit di Sunderland pekan lalu yang kemudian ke London. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,