Dua Mucikari Vanessa Angel sidang Perdana di PN Surabaya

Dua Mucikari Vanessa Angel sidang Perdana di PN Surabaya

Dua mucikari Vanessa Angel jalani sidang perdana di PN Surabaya. (foto - ist)

Surabaya - Dua  mucikari  Vanessa  Angel  menjalani  sidang  perdana  di  Pengadilan  Negeri  Surabaya,  Senin  (25/3/2019). Keduanya Endang Suhartini alias Siska dan Tentri Novanta, dengan agenda pembacaan dakwaan.
 
Keduanya tiba di PN Surabaya pukul 12.30 WIB. Mereka mengenakan rompi tahanan dari Rutan Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Setibanya di PN Surabaya, mereka langsung menuju ruang tahanan di PN Surabaya.
 
Kuasa Hukum ES, Frangky Desima Waruwu mengatakan, kliennya dijadwalkan akan menjalani sidang pukul 14.00 WIB. "Nanti sidangnya jam 14.00 WIB di ruang Garuda," kata Frangky kepada wartawan di PN Surabaya Jalan Arjuna, Senin (25/3/2019).
 
Mereka didakwa atas dugaan pelanggaran Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat 1 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
 
Salah seorang mucikari Vanessa Angel saat menjalani sidang di PN Surabaya.
 
 
Kasus prostitusi online yang menyeret Vanessa Angel itut pun turut disoroti oleh LSM (lembaga swadaya masyarakat) IPW (Indonesia Police Watch). Dengan begitu, bisa membongkar sindikat prostitusi online.
 
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, Vanessa Angel perlu dilindungi agar bisa memberikan keterangan soal bisnis prostitusi online. Ia meminta LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) bisa melakukan hal itu.
 
"Vanessa Angel harusnya dijadikan whistleblower dalam membongkar sindikat prostitusi online. Untuk itu, LPSK perlu melindungi Vannesa agar mau membongkar jaringan prostitusi yang diduga melibatkan banyak pihak. Mulai dari pengusaha, pejabat dan oknum aparatur keamanan, termasuk perputaran uang di dalam bisnis haram itu," katanya.
 
Neta S Pane khawatir, jika Vanessa Angel tak dapat perlindungan, karena ia sudah beberapa kali ke rumah sakit dan menyatakan ingin bunuh diri. "Jika tidak segera dilindungi, IPW khawatir Vannesa akan diteror, dikriminalisasi dan bukan mustahil 'dihabisi' karena hingga kini ia sudah tiga kali dilarikan ke rumah sakit," tegasnya.
 
Oleh karena itu, IPW mendesak LPSK segera melindungi Vanessa, begitu juga Komisi Nasional Perempuan. Sebab IPW mendapat informasi, selama di tahanan Polda Jatim, Vannesa kerap diteror oknum tertentu hingga ia tertekan dan berniat bunuh diri.
 
IPW juga menyatakan penyesalannya ke Polda Jawa Timur, mengenai penanganan kasus yang menimpa Vanessa Angel. Mereka merasa Vanessa telah dikriminalisasi.
 
"Sejak awal Polda Jatim sudah memperlakukan Vanessa sedemikian rupa, padahal posisinya saat itu baru sebagai saksi. Sementara pria konsumennya dan puluhan artis lain yang sempat ditunjukkan Polda Jatim fotonya disembunyikan dengan rapi. Ada apa dengan Polda Jatim," katanya.
 
Seperti diketahui, Vanessa Angel masih berada dalam penahanan Polda Jawa Timur sejak sekitar dua bulan lalu. Belakangan ia sudah tidak mau lagi makan makanan untuk tahanan, dan berniat untuk bunuh diri. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,