Tersangka Penyuap Direktur PT Krakatau Steel Serahkan Diri

Tersangka Penyuap Direktur PT Krakatau Steel Serahkan Diri

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (foto - ist)

Jakarta - Bos Tjokro Group, ‎Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro menyerahkan diri ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/3/2019). Yudi Tjokro, tersangka penyuap Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro.

Ia satu-satunya tersangka yang lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu. Tjokro menyerahkan diri ke KPK didampingi kuasa hukumnya sekitar pukul 10.30 WIB, langsung menjalani pemeriksaan intensif.

"KPK tengah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka KET yang saat OTT belum dibawa bersama yang lain," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan.

KPK menghargai sikap Tjokro sebagai bentuk sikap kooperatif dengan proses hukum. Febri berharap, sikap Tjokro juga terbuka di persidangan untuk menjelaskan fakta yang ada secara jujur.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap, terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel. Keempatnya Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro; pihak swasta, Alexander Muskitta; Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja dan Bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro.

Alexander Muskitta disinyalir berperan menawarkan rekanan ke Wisnu Kuncoro ‎untuk menggarap proyek Krakatau Steel. Alexander lalu menyepakati adanya commitment fee sebesar 10 persen, dari nilai kontrak yang disepakati oleh PT Grand Kartech dan Group Tjokro.

‎Diduga, Alexander mewakili Wisnu meminta uang Rp 50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp 100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjoktro.‎ Uang yang diterima Alexander berupa cek senilai Rp 50 juta dari Eddy Tjokro dan 4.000 dolar Amerika serta uang tunai Rp 45 juta dari Kenneth. Alexander lalu menyerahkan uang sejumlah Rp20 Juta ke Wisnu.

Atas perbuatannya, Wisnu dan Alexander disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Kenneth dan Eddy Tjoro disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP‎. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,